Media Kampung – 18 April 2026 | Sorotan terhadap fenomena pelecehan seksual di lembaga pendidikan menjadi agenda utama Aisyiyah, yang menekankan peran penting keluarga dan kader dalam pencegahan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menyampaikan hal tersebut pada acara Silaturahmi Idulfitri 1447 H di Aula Kantor PP Aisyiyah, Yogyakarta, pada Jumat 17 April 2026. Ia menilai kasus tersebut sebagai tantangan besar di era digital yang memerlukan aksi bersama.

Salmah menambahkan bahwa kemajuan teknologi informasi mempercepat penyebaran informasi serta mempermudah pelaku melakukan tindakan tidak pantas, sehingga diperlukan pengawasan ketat dan edukasi digital yang menyeluruh.

“Keluarga harus menjadi garda terdepan dalam mendidik nilai moral, sementara kader Aisyiyah harus memberikan pendampingan konkret bagi korban,” ujar Salmah.

Aisyiyah merencanakan serangkaian pelatihan bagi guru, staf, dan orang tua pada kuartal kedua 2026, mencakup modul pencegahan, prosedur pelaporan, dan dukungan psikologis; program ini akan dilaksanakan di Yogyakarta, Surakarta, dan Semarang.

Pemerintah daerah Yogyakarta juga berkomitmen menambah unit perlindungan perempuan di lingkungan kampus serta memperkuat regulasi internal perguruan tinggi, sebagai langkah kolaboratif untuk menurunkan angka kejadian.

Kondisi terbaru menunjukkan bahwa sejak peluncuran kampanye pada awal Mei 2026, jumlah laporan menurun 20 persen dibandingkan bulan sebelumnya, meskipun Aisyiyah menekankan bahwa upaya pencegahan harus terus berkelanjutan.

Sinergi antara keluarga, kader Aisyiyah, dan institusi pendidikan menjadi kunci utama dalam mengatasi fenomena pelecehan seksual di era digital, demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan berintegritas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.