Media Kampung – Pendidikan tidak hanya berfungsi mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membentuk kebiasaan dan sikap yang dibutuhkan di dunia kerja. Teori correspondence principle dari sosiolog Samuel Bowles dan Herbert Gintis mengungkapkan bahwa struktur sekolah mencerminkan struktur dunia kerja, di mana hubungan guru-siswa menyerupai atasan-bawahan, jadwal pelajaran seperti jam kerja, dan sistem nilai seperti evaluasi kinerja.
Fenomena ini terlihat dalam praktik sehari-hari di sekolah. Kehadiran menjadi syarat penilaian meskipun pemahaman materi sudah baik, tugas harus dikumpulkan tepat waktu, dan kedisiplinan administratif mendapat perhatian sebesar capaian akademik. Nilai yang diajarkan tidak hanya pengetahuan, tetapi juga cara berfungsi dalam organisasi.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada Februari 2024, jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai lebih dari 149 juta orang. Setiap tahun, jutaan lulusan baru memasuki pasar kerja yang semakin kompetitif. Sekolah menjadi lembaga yang menyiapkan tenaga kerja agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan tersebut.
Pandangan kritis dikembangkan oleh Michael Apple yang menyatakan bahwa kurikulum tidak pernah netral karena selalu berkaitan dengan kepentingan sosial dan ekonomi. Pengetahuan yang dianggap penting sering selaras dengan kebutuhan kelompok berpengaruh di masyarakat. Namun, kritik ini tidak berarti sekolah hanya melayani kepentingan ekonomi; pendidikan tetap berperan membentuk kemampuan berpikir, kreativitas, dan partisipasi sosial.
Perkembangan teknologi menghadirkan tantangan baru. Banyak pekerjaan rutin tergantikan oleh otomatisasi dan kecerdasan buatan, sehingga dunia kerja membutuhkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kreativitas. Ironisnya, sebagian sekolah masih berfokus pada hafalan, kepatuhan prosedural, dan nilai akademik semata. Hal ini menimbulkan jarak antara kebutuhan masa depan dan pola pendidikan yang masih bertahan.
Sekolah sering mengklaim mempersiapkan siswa menghadapi perubahan, tetapi praktik pembelajarannya masih berorientasi pada model kerja dari industri masa lalu. Pembahasan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kurikulum atau metode mengajar, tetapi juga bagaimana sekolah membentuk cara siswa beradaptasi dengan struktur sosial dan ekonomi. Dari ruang kelas hingga dunia kerja, terdapat pola-pola yang tidak tertulis dalam kurikulum namun terus dipelajari siswa setiap hari.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan