Media Kampung – Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, memberikan tanggapan terkait pencabutan larangan suporter away pada kompetisi Super League musim 2026/2027. Ia menyatakan akan menghormati keputusan PSSI dan operator kompetisi, I League, yang dianggapnya sebagai langkah demi kebaikan bersama.

Pencabutan Larangan Suporter Away

Direktur Utama I League, Ferry Paulus, mengumumkan pencabutan larangan suporter away di kompetisi musim depan dengan beberapa ketentuan. Meski pencabutan diberlakukan, beberapa pertandingan dengan rivalitas tinggi tetap akan memberlakukan pembatasan kehadiran suporter away berdasarkan rekomendasi pihak kepolisian dan informasi intelijen. Contoh pertandingan yang masih dilarang kehadiran suporter away adalah laga antara Arema FC melawan Persebaya dan Persija melawan Persib Bandung.

Baca juga:

Respons Umuh Muchtar

Umuh Muchtar, yang juga dikenal dengan sebutan Wak Haji Umuh, menyampaikan bahwa pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada PSSI dan I League sebagai penyelenggara kompetisi. Ia berharap kebijakan tersebut dapat menciptakan suasana pertandingan yang aman dan kondusif.

“Ya, mana yang terbaiklah. PSSI mengeluarkan aturan-aturan yang masuk akal dan semua yang masih dalam koridor untuk kebaikan, ya. Tidak ada masalah,” ujar Umuh Muchtar pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Baca juga:

Ia juga menegaskan bahwa Persib Bandung merupakan klub yang murni dan tidak bermasalah sehingga berharap keputusan ini tidak menjadi sumber masalah bagi klubnya. “Kalau untuk saya, semuanya juga untuk cari kebaikan-kebaikan. Cuma jangan selalu dicari-cari masalah untuk Persib,” tambah Umuh.

Konteks dan Implikasi

Pencabutan larangan suporter away diharapkan dapat meningkatkan atmosfer pertandingan dan memberikan kesempatan bagi suporter untuk mendukung tim favorit mereka, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban. Namun, pengawasan tetap akan dilakukan secara ketat terutama pada pertandingan dengan potensi rivalitas tinggi yang berisiko menimbulkan gangguan keamanan.

Baca juga:

Keputusan ini menjadi langkah penting dalam pengelolaan kompetisi sepak bola di Indonesia, di mana PSSI dan I League berupaya menyeimbangkan antara menghadirkan dukungan suporter dan menjaga keamanan selama pertandingan berlangsung.

Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan suasana pertandingan di Super League 2026/2027 dapat berjalan dengan lancar dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para penggemar sepak bola di Indonesia.