Media Kampung – Musim kemarau yang ditandai dengan lonjakan suhu dan minimnya curah hujan meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Udara panas dan kering menyebabkan dehidrasi yang membuat selaput lendir saluran pernapasan mengering, sehingga fungsinya sebagai penyaring bakteri, virus, dan polutan menurun.
Dokter Spesialis Anak Subspesialis Respirologi dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subsp.Resp, mengingatkan bahwa kondisi ini membuat masyarakat lebih rentan terhadap ISPA. Selain itu, debu dan polutan yang beterbangan saat kemarau serta perubahan suhu ekstrem antara siang dan malam dapat menurunkan daya tahan tubuh.
Untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan selama musim kemarau, berikut lima langkah pencegahan yang dapat dilakukan:
- Pantau Indeks Kualitas Udara (AQI) – Gunakan aplikasi pemantau kualitas udara untuk mengetahui kondisi lingkungan sekitar. Jika kualitas udara memburuk, batasi aktivitas di luar ruangan atau gunakan masker saat terpaksa keluar.
- Perbanyak Konsumsi Cairan – Minum air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi dan menjaga kelembapan selaput lendir saluran pernapasan.
- Gunakan Masker – Saat berada di luar rumah, terutama di area berdebu atau polutan tinggi, gunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan dari partikel berbahaya.
- Hindari Perubahan Suhu Ekstrem – Kenakan pakaian yang sesuai dan jaga tubuh tetap hangat saat malam hari untuk mempertahankan daya tahan tubuh.
- Tingkatkan Imun Tubuh – Konsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, dan hindari stres agar sistem kekebalan tubuh tetap optimal dalam melawan infeksi.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, masyarakat dapat meminimalkan risiko terkena ISPA selama musim kemarau yang rawan terhadap gangguan pernapasan.















Tinggalkan Balasan