Media Kampung – Picky eater adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan anak-anak yang hanya mau mengonsumsi jenis makanan tertentu. Namun, kondisi ini tidak selalu berarti anak mengalami kekurangan gizi. Dalam sebuah talkshow mengenai perkembangan anak, dr. Marlisye Marpaung, seorang Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, menjelaskan bahwa selama anak memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, mereka masih dapat dianggap memiliki pola makan yang normal meskipun pilihan makanannya sangat terbatas.

Anak-anak yang picky eater sering kali hanya mau mengonsumsi jenis makanan tertentu. Misalnya, seorang anak mungkin hanya mau jagung sebagai sumber karbohidrat dan menolak nasi atau kentang. Untuk protein hewani, mereka mungkin hanya mau telur, sementara menolak ayam atau ikan. Hal ini juga berlaku untuk lemak, sayuran, dan buah-buahan.

“Sepanjang anak mengonsumsi makanan yang berbeda dengan jumlah yang kecil dan pertumbuhannya tetap baik, tidak perlu khawatir,” ungkap dr. Marlisye. Dia menekankan bahwa penting bagi orang tua untuk terus menawarkan berbagai pilihan makanan sehat kepada anak mereka, meskipun anak lebih suka jenis makanan tertentu.

Meskipun anak-anak picky eater mungkin menolak berbagai macam makanan, penting bagi orang tua untuk tidak hanya memberikan makanan favorit mereka. Orang tua disarankan untuk tetap menyediakan makanan yang disukai anak, tetapi dalam jumlah yang terbatas dan sambil menawarkan pilihan makanan lainnya. Dengan cara ini, orang tua dapat membantu anak mereka mengembangkan pola makan yang lebih bervariasi tanpa mengabaikan makanan yang mereka sukai.

Dengan pemantauan pertumbuhan yang baik dan kecukupan nutrisi, orang tua tidak perlu merasa khawatir berlebihan tentang pilihan makanan anak mereka. Yang terpenting adalah memastikan bahwa anak tetap mendapatkan asupan gizi yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.