Media Kampung, Jakarta – Picky eater atau anak yang hanya mau mengonsumsi jenis makanan tertentu bukanlah hal yang jarang ditemui. Menurut dr. Marlisye Marpaung, M.Ked, Sp.A(K), seorang Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, kondisi ini tidak selalu menunjukkan bahwa anak mengalami kekurangan gizi. Selama anak mendapatkan asupan nutrisi yang dibutuhkan, mereka tetap dapat dikategorikan dalam variasi pola makan yang normal.
Dalam kesehariannya, anak-anak memerlukan lima jenis nutrisi penting: karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Pada anak dengan kebiasaan picky eater, meskipun pilihan makanan mereka terbatas, asupan nutrisi tersebut tetap dapat terpenuhi. Contohnya, anak mungkin hanya bersedia mengonsumsi jagung sebagai sumber karbohidrat dan telur sebagai sumber protein hewani, menolak makanan lain seperti nasi, ayam, atau ikan.
“Sepanjang anak mengonsumsi semua jenis makanan tersebut meskipun dalam jumlah kecil dan pertumbuhan mereka tetap berada dalam kategori baik, maka tidak perlu khawatir,” ungkap dr. Marlisye dalam talkshow Understanding Your Child’s Growth Milestone, Nutrition Healthy Development bersama Mirugo.
Orang tua diharapkan tetap menawarkan variasi makanan meski anak menunjukkan preferensi yang kuat terhadap makanan tertentu. Misalnya, jika anak menyukai telur, orang tua dapat mengatur porsi telur yang lebih kecil sambil memperkenalkan sumber protein lain seperti daging ayam atau ikan. Ini memberikan kesempatan bagi anak untuk mengenal makanan baru tanpa menghilangkan makanan favorit mereka.
Kebiasaan makan di rumah juga berperan dalam terbentuknya kebiasaan picky eater. Jika orang tua sering menyajikan makanan yang sama, anak mungkin tidak memiliki kesempatan untuk mencoba makanan baru. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menyediakan variasi makanan dan menjadikan waktu makan sebagai kesempatan untuk memperkenalkan kebiasaan makan yang sehat.
Melalui rutinitas makan yang baik, seperti tidak menggunakan perangkat elektronik dan duduk bersama saat makan, orang tua dapat menanamkan nilai-nilai positif mengenai pola makan kepada anak. Ini juga membantu anak untuk lebih terbuka mencoba berbagai jenis makanan yang berbeda.














