Media KampungJakarta Future Festival (JFF) 2026 kembali digelar dengan menggandeng 500 kolaborator dari berbagai sektor, sebagai ruang bersama untuk menavigasi masa depan Jakarta menjelang usia 500 tahun kota ini. Festival yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta ini mengusung tema Navigating Resilience dan berlangsung pada 5–7 Juni 2026 di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM).

Kepala Bappeda Provinsi DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, menyatakan bahwa tema Navigating Resilience dipilih untuk mengajak masyarakat melihat ketangguhan kota sebagai kemampuan beradaptasi, berkolaborasi, dan terus berkembang di tengah perubahan. Menurutnya, pembangunan kota tidak dapat dilakukan pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur kota, mulai dari pemangku kebijakan, universitas, lembaga riset, hingga komunitas.

“Jakarta tidak dapat menghadapi berbagai tantangan sendirian. Ketangguhan kota harus dibangun melalui kolaborasi dan partisipasi seluruh unsur masyarakat. Jakarta Future Festival menjadi ruang bersama untuk mempertemukan gagasan, pengetahuan, dan solusi bagi masa depan kota,” ujar Atika.

JFF 2026 mengundang anak-anak, kaum muda, hingga usia lanjut untuk hadir menyuarakan gagasan, merayakan kolaborasi, dan menavigasi masa depan Jakarta di tengah berbagai tantangan global. Festival ini diramaikan dengan program baru JFF for KIDS bersama Visinema Studios (produser JUMBO, Na Willa, dan Pelangi Di Mars), penampilan Barasuara, Yura Yunita, Kahitna, serta layanan Cek Kesehatan Gratis.

Acara ini menggandeng Kementerian Ekonomi Kreatif RI dan Jalindonesia sebagai partner strategis, serta Urun Daya Kota Foundation dan Karsa CityLab sebagai knowledge partner. Kolaborator lain termasuk Georgetown University, RUJAK CUS, Thinkpolicy, IDEAfest, ARCHID, dan lainnya. Selama tiga hari, lebih dari 10 program digelar, seperti Jakarta Forecast, Urban Talks, Urban PolicyLab, Urban Workshop, Urban Study Case, Community Playground, Research and Innovation Booth, Urban Market, dan Sound of the City.

Program Urban Talks akan menghadirkan lebih dari 250 pembicara dan moderator dari berbagai sektor, antara lain Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI Irene Umar, Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, serta berbagai kepala daerah, akademisi, pemimpin media, dan perwakilan organisasi internasional. Diskusi akan membahas isu strategis seperti ekonomi kreatif, film, kesehatan, perumahan, pendidikan, digitalisasi, tata kelola pemerintahan, dan masa depan ruang kota.

Selain diskusi kebijakan, JFF 2026 juga menghadirkan aktivitas yang dapat dinikmati masyarakat luas melalui Community Playground dan program Sound of the City dengan lebih dari 25 penampil, termasuk Kahitna, Endah N Rhesa, Barasuara, Yura Yunita, Maliq & D’Essentials, serta berbagai komunitas dan talenta muda Jakarta.

Pembukaan Jakarta Future Festival 2026 akan digelar di Grha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, pada 5 Juni 2026 pukul 16.45 WIB dan dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Sesi penutupan pada Minggu, 7 Juni 2026, akan dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Seluruh rangkaian kegiatan JFF terbuka untuk umum dan gratis melalui pendaftaran di jakartafuturefestival.com.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.