Media KampungUsaha rumahan yang memproduksi bolu jadul dengan harga terjangkau di Jember semakin diminati masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang menuntut pembelian lebih selektif. Santi Yusri, pemilik usaha rumahan di Perumahan Indah Pemali, Sumbersari, menawarkan bolu tradisional dengan kualitas rasa terjaga dan harga mulai dari Rp10 ribu per loyang.

Meski dijual dengan harga yang sangat bersahabat, Santi menekankan bahwa kualitas bahan dan cita rasa tetap menjadi prioritas utama dalam produksinya. “Walaupun murah, tetap tidak murahan,” ujarnya pada Sabtu, 23 Mei 2026, sebagai bentuk komitmen menjaga kepercayaan pelanggan.

Penjualan bolu jadul ini masih dilakukan secara pemesanan langsung atau melalui WhatsApp, memanfaatkan jaringan pelanggan sekitar Jember dan promosi dari mulut ke mulut. Hal ini dianggap efektif karena masyarakat saat ini cenderung mencari produk yang ekonomis namun tetap lezat sebagai camilan sehari-hari.

Variasi rasa yang ditawarkan cukup beragam, namun varian marmer dan pandan menjadi favorit banyak pelanggan. Santi menjelaskan bahwa keberhasilan usaha ini terletak pada kemampuan menyesuaikan harga dengan daya beli masyarakat tanpa mengorbankan kualitas produk.

Usaha bolu jadul ini bukan hanya menjadi sumber penghasilan bagi Santi, tetapi juga memberikan alternatif camilan sederhana dengan harga yang ramah di kantong masyarakat Jember. Dengan strategi harga yang tepat dan kualitas yang tetap dijaga, Santi berharap usahanya dapat terus berkembang dan menjadi pilihan utama konsumen.

Kondisi saat ini menunjukkan bahwa produk-produk rumahan yang mengedepankan nilai ekonomis dan kualitas tetap memiliki peluang besar untuk bertahan dan tumbuh. Usaha bolu jadul Santi menjadi contoh nyata bagaimana inovasi sederhana bisa menjadi solusi bagi kebutuhan masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang ada.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.