Media Kampung – Petani di Kabupaten Jember tengah meningkatkan upaya pengendalian hama wereng pada tanaman padi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga produktivitas dan mencegah risiko gagal panen yang kerap disebabkan oleh wereng cokelat, salah satu organisme pengganggu tanaman (OPT) paling berbahaya bagi budidaya padi.
Upaya pengendalian meliputi peningkatan pemantauan lahan, pengamatan dini potensi serangan, serta edukasi kepada petani mengenai teknik pengendalian yang tepat. Petani asal Desa Karang Semanding, Kecamatan Balung, Kuseno, menekankan pentingnya pemahaman pengendalian wereng. Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci keberhasilan menekan penyebaran hama. "Sosialisasi hari ini fokus pada metode pembasmian dan pengamatan potensi serangan hama yang menjadi musuh utama petani," ujar Kuseno, Kamis (18/6/2026). Ia menjelaskan, jika serangan wereng sudah terdeteksi, langkah pengendalian harus dilakukan secara cepat dan menyeluruh agar tidak menyebar ke lahan lain.
Field Assistant Perusahaan Makmur Jaya Agro (MJA) Jember, Abu Bakar, mengatakan pihaknya rutin melakukan pendampingan dan pemantauan langsung di lahan pertanian bersama petani. Hasil pemantauan saat ini menunjukkan kondisi tanaman padi masih relatif aman dan pertumbuhannya berjalan baik. "Hasilnya bersyukur, padi aman dari serangan hama dan pertumbuhannya sangat bagus," kata Abu Bakar. Meski demikian, ia mengingatkan petani agar tidak lengah. Pengamatan intensif perlu dilakukan terutama saat tanaman memasuki usia 30 hari ke atas, ketika rumpun padi mulai rapat dan menjadi habitat ideal bagi perkembangan wereng. "Petani harus masuk ke lahan untuk memantau, terutama pada padi yang sudah ambyak. Wereng sangat cepat menyerang," tegasnya.
Abu Bakar menambahkan, pengendalian wereng tidak hanya bergantung pada penggunaan pestisida. Perawatan tanaman yang baik sejak awal, pemantauan rutin, dan pengelolaan lahan yang tepat menjadi faktor penting dalam mencegah serangan hama. Ia juga mengimbau petani menggunakan pestisida secara bijaksana dan sesuai kebutuhan sebagai bagian dari konsep pengendalian hama terpadu.
Wereng cokelat (Nilaparvata lugens) merupakan salah satu hama utama tanaman padi yang berpotensi menyebabkan puso atau gagal panen pada tingkat serangan berat. Hama ini menyerang dengan mengisap cairan tanaman sehingga menghambat pertumbuhan dan menurunkan produktivitas padi. Selain itu, wereng cokelat memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan baru. Jenis wereng bersayap panjang bahkan mampu bermigrasi dalam jarak jauh sehingga penyebaran serangan dapat berlangsung cepat antarwilayah. Karena itu, pengamatan rutin dan pengendalian sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga produktivitas padi sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Jember.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan