Media Kampung, Pandeglang – Dinas Pertanian Provinsi Banten memperingatkan potensi bertambahnya lahan puso di Kabupaten Pandeglang akibat minimnya pasokan air selama musim kemarau. Saat ini, lebih dari 300 hektare sawah di wilayah tersebut masih dalam kondisi terancam gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Nasir, menegaskan bahwa lahan yang rawan puso menjadi prioritas utama dalam upaya penyelamatan. Berbagai sarana pengairan seperti pompa air, jaringan pipanisasi, dan sistem irigasi yang telah dibangun diminta untuk segera dioptimalkan agar dapat memenuhi kebutuhan air bagi sawah yang masih ditanami.

Baca juga:

Antisipasi Kekeringan dan Upaya Mitigasi

Menurut Nasir, ancaman kekeringan sudah diantisipasi sejak dua tahun terakhir melalui pembangunan infrastruktur irigasi dan penyaluran mesin pompa ke lahan yang memiliki sumber air permukaan. Data menunjukkan sekitar 2.095 hektare lahan pertanian di Banten terdampak oleh musim kemarau tahun ini. Namun, lahan yang sudah masuk kategori puso baru mencapai 114 hektare yang tersebar di Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang, sementara di Pandeglang baru sekitar tiga hektare.

Meskipun demikian, kondisi ini berpotensi memburuk jika lebih dari 300 hektare sawah yang masih terancam tidak mendapatkan pasokan air yang cukup. Nasir menyebutkan sekitar 670 hektare sawah berhasil diselamatkan karena sudah panen, sedangkan lahan yang belum dipanen memerlukan penanganan cepat agar tidak mengalami puso.

Baca juga:

Perlindungan dan Dukungan untuk Petani

Selain mengoptimalkan sarana pengairan, Pemerintah Provinsi Banten juga menyiapkan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dengan bantuan premi untuk sekitar 2.000 hektare lahan. Program ini bertujuan memberikan perlindungan kepada petani yang terdampak puso akibat kekeringan.

Nasir mengimbau petani yang mengalami puso untuk segera melapor ke dinas pertanian setempat agar dapat menerima bantuan benih dan dukungan lain yang diperlukan untuk menanam kembali setelah kondisi lahan memungkinkan. Langkah ini diharapkan dapat menjaga semangat petani dalam menjalankan aktivitas pertanian meskipun menghadapi tantangan musim kemarau.

Baca juga:

Kondisi Terkini di Pandeglang

Musim kemarau telah mulai memberikan dampak signifikan pada sektor pertanian di Kabupaten Pandeglang. Ratusan hektare sawah menghadapi ancaman kekeringan karena ketersediaan air yang terbatas. Beberapa petani bahkan terpaksa menunda masa tanam karena biaya pengairan yang tinggi selama musim kemarau.

Dengan upaya mitigasi yang terus dilakukan oleh Dinas Pertanian Provinsi Banten dan dukungan program pemerintah, diharapkan risiko puso dapat diminimalisasi serta keberlangsungan produksi padi di wilayah ini tetap terjaga.