Media Kampung, Banyuwangi – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jember menggelar Sekarkijang Creative Fest (SCF) 2026 pada 16 hingga 19 Juli 2026 di Banyuwangi. Acara ini menjadi salah satu rangkaian Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang bertujuan mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas serta memperluas jangkauan pasar.
SCF 2026 mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh dan Berdaya Saing”. Tema ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah menjadikan UMKM sebagai penggerak ekonomi kerakyatan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Kolaborasi Lima Daerah Sekarkijang
SCF menjadi wadah bagi puluhan pelaku ekonomi kreatif dari wilayah eks Karesidenan Besuki dan Lumajang, yaitu Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Lumajang, dan Situbondo. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan bahwa SCF merupakan ruang kolaborasi yang mempertemukan kreativitas, budaya, inovasi, dan semangat kewirausahaan masyarakat di wilayah Sekarkijang.
“Kegiatan ini diharapkan mampu mengungkit kembali karya-karya kreatif dari masyarakat di seluruh wilayah Sekarkijang. Terima kasih kepada BI Jember yang sudah membangun sinergi dengan seluruh kabupaten yang ada di Sekarkijang,” ujar Ipuk, Minggu (19/7/2026).
Menurut Ipuk, persaingan saat ini tidak lagi hanya antarproduk, tetapi juga antarekosistem. UMKM yang mampu memanfaatkan inovasi, teknologi digital, dan berkolaborasi secara kuat akan menjadi pemenang. “Melalui Sekarkijang Creative Fest, semakin banyak UMKM yang naik kelas, dari pasar lokal menuju pasar nasional, dari penjualan konvensional menuju digital, hingga mampu menembus pasar internasional,” tambahnya.
Rangkaian Acara Sejak Januari 2026
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember, Achmad, menjelaskan bahwa rangkaian SCF sebenarnya sudah dimulai sejak Januari 2026 di lima kabupaten wilayah Sekarkijang. Kegiatan meliputi kurasi UMKM, pelatihan, capacity building, studi tiru, hingga promosi dan pameran produk di berbagai wilayah.
Puncak acara digelar di Banyuwangi pada 16-19 Juli, yang kembali dikolaborasikan dengan Banyuwangi Ethno Carnival. Berbagai agenda diisi untuk mendukung pengembangan UMKM, baik dari sisi kapasitas, akses permodalan, maupun digitalisasi pemasaran dan pembayaran melalui QRIS. Selain itu, terdapat juga operasi pasar murah untuk pengendalian inflasi.
“Sejak Kamis kemarin sudah diisi berbagai kegiatan, mulai urusan UMKM sampai ekonomi kreatif. Seperti Desain Motif Batik Sekarkijang dan Singing Competition. Malam ini kita opening ceremony. Besoknya gelaran BEC, lanjut malam harinya ada Sekarkijang Got Talent di Gesibu Blambangan,” tutur Achmad.
Sekarkijang Got Talent dan Waqf Run
Sekarkijang Got Talent merupakan ajang pencarian bakat yang digelar BI Jember, mirip dengan America’s Got Talent. Peserta menampilkan bakat menyanyi, sulap, hingga stand up comedy. Puncak acara pada 19 Juli pagi dimeriahkan dengan event lari SCF Waqf Run 5K. Selama perayaan, masyarakat juga disuguhkan penampilan spesial dari sejumlah bintang tamu.
Sementara itu, rangkaian BEC akan ditutup dengan Konser Musik BEC sekaligus pengumuman Best Costume BEC, yang menandai berakhirnya BEC Week. Acara dipusatkan di Gesibu pada 19 Juli mulai pukul 19.00 WIB.











