Media Kampung – PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah mengoperasikan 113 unit pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang terpasang di 92 lokasi, terdiri dari stasiun dan depo. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan mengurangi emisi karbon dan meningkatkan pemanfaatan energi bersih dalam operasional.
Kapasitas total PLTS yang terpasang mencapai 4.430,65 kilo Watt peak (kWp). Sebanyak 62 unit berada di stasiun milik KAI, sepuluh di balai yasa, enam di griya karya, tiga di depo, satu di kantor, dan satu di gedung record center. Pemasangan dilakukan secara bertahap sesuai komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan efisiensi energi.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan bahwa pengembangan PLTS terus dilakukan untuk mendukung energi bersih. Setiap satu kWp panel surya diperkirakan menghasilkan 1.300–1.500 kWh listrik per tahun. Dengan kapasitas terpasang, KAI berpotensi memproduksi 5,8–6,6 juta kWh energi listrik bersih setiap tahun.
Potensi pengurangan emisi karbon dioksida (CO₂) mencapai 5.100 hingga 5.800 ton per tahun, berdasarkan faktor emisi sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali) sebesar 0,84–0,87 ton per MWh sesuai Keputusan Menteri ESDM Nomor 163.KHK.02/MEM.S/2021.
Inisiatif ini memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan KAI. Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan bahwa transformasi menuju transportasi berkelanjutan memerlukan langkah konsisten, dan KAI akan terus mengembangkan inisiatif efisiensi energi, pengurangan emisi, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan