Media Kampung, Jember – Sebanyak 20 anak dari jenjang TK hingga SMP mengikuti KAI RailTech Robotics Competition yang digelar di Gedung Garuda KAI Daop 9 Jember, Kamis, 23 Juli 2026. Peserta berasal dari 10 sekolah, yakni 7 sekolah di Jember dan 3 sekolah dari Banyuwangi. Kompetisi ini diselenggarakan dalam rangka Hari Anak Nasional 2026 bekerja sama dengan Koding Akademi – Robotics and Coding Center.
Kompetisi ini mengusung tema “Code The Future, Build Smarter Transportation”. Peserta diajak untuk mengenal konsep robotika dan coding sebagai bagian dari perkembangan teknologi transportasi modern. Dalam kompetisi, setiap peserta memprogram robot untuk menyelesaikan misi pada lintasan yang menyerupai perjalanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember. Robot harus bergerak presisi melewati titik-titik yang merepresentasikan stasiun seperti Jember, Banyuwangi Kota, hingga Ketapang. Melalui simulasi ini, peserta belajar menyusun logika pemrograman sekaligus mengasah kemampuan berpikir sistematis, kreativitas, ketelitian, dan keterampilan problem solving.
Manager Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan bahwa momentum Hari Anak Nasional menjadi kesempatan tepat bagi KAI untuk menghadirkan ruang belajar yang menginspirasi anak-anak agar lebih dekat dengan dunia teknologi sekaligus mengenal perkeretaapian. “Melalui momentum Hari Anak Nasional, KAI ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak-anak. KAI RailTech Robotics Competition menjadi wadah untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, serta minat terhadap teknologi dan inovasi, sekaligus mengenalkan dunia perkeretaapian melalui pendekatan yang menyenangkan,” ujar Cahyo.
Menurut Cahyo, perkembangan teknologi di sektor transportasi membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif, kreatif, dan memiliki kemampuan berpikir logis sejak usia dini. Oleh karena itu, KAI terus berupaya menghadirkan program edukatif yang mendorong minat anak terhadap bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Transformasi digital saat ini menuntut generasi muda memiliki kemampuan berpikir logis, kreatif, dan adaptif. Melalui simulasi operasional kereta api, anak-anak tidak hanya belajar robotika dan coding, tetapi juga memahami bagaimana teknologi mendukung layanan transportasi yang aman, andal, dan modern.
Selain memberikan pengalaman belajar, penyelenggaraan KAI RailTech Robotics Competition juga menjadi bentuk apresiasi kepada pelanggan KAI. Salah satu persyaratan mengikuti kegiatan ini adalah pendamping memiliki akun Access by KAI serta menunjukkan boarding pass atau e-boarding pass perjalanan kereta api pada periode Juli-Agustus 2026. “Melalui konsep ini, KAI tidak hanya menghadirkan aktivitas edukatif bagi anak-anak, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pelanggan yang menggunakan layanan kereta api,” tambah Cahyo.














