Media Kampung, Eindhoven – Sergino Dest mengubah alur pertandingan ketika ia mencetak gol penyeimbang pada babak kedua, menutup skor menjadi 1-1 dalam laga PSV vs Shakhtar di Philips Stadion. Debut Kodai Sano juga menjadi sorotan, karena pemain muda asal Jepang berhasil menapaki mimpi masa kecilnya dengan tampil di panggung Liga Champions.

Pertandingan yang berlangsung pada pekan pertama fase grup Liga Champions ini memperlihatkan PSV berjuang keras melawan tim Ukraina yang menampilkan pertahanan rapat. Shakhtar Donetsk sempat unggul lewat gol kontroversial pada menit akhir babak pertama setelah Gleiker Mendoza memanfaatkan tekel keras terhadap Dest.

Baca juga:

Dest, yang dinobatkan Player of the Match, mengakui kekecewaannya karena PSV gagal meraih tiga poin penuh. Ia menilai taktik PSV terlalu lambat pada fase pembukaan dan menekankan perlunya meningkatkan tempo serangan untuk menembus pertahanan Shakhtar yang terorganisir.

Sementara itu, Kodai Sano mengungkapkan kebanggaannya setelah menjejakkan kaki di panggung elit Eropa. Debutnya tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga simbol harapan bagi generasi muda Jepang yang bermimpi bermain di kompetisi antar klub terbesar.

Baca juga:

Kedua pemain menambah nilai tambah bagi PSV, yang kini harus memperbaiki konsistensi performa jika ingin melaju ke fase knockout. Pelatih Arda Turan diharapkan menyesuaikan strategi, mengoptimalkan kecepatan sayap Dest dan kreativitas Sano untuk mengatasi tantangan selanjutnya.

Dengan hasil imbang ini, PSV tetap berada di tengah klasemen grup, namun tekanan untuk mengumpulkan poin lebih banyak semakin besar menjelang pertemuan selanjutnya.

Baca juga: