Media Kampung, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah mengembangkan Stasiun Gambir dengan konsep baru yang disebut New Gambir, bertujuan menjadikan stasiun ini sebagai pusat integrasi berbagai moda transportasi di Jakarta. Pengembangan ini diarahkan untuk memperkuat konektivitas antara perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dengan layanan kereta komuter (KRL), MRT, BRT, dan akses ke kawasan strategis seperti Monas.

Posisi Strategis Stasiun Gambir

Stasiun Gambir merupakan pintu utama perjalanan KA Jarak Jauh di Jakarta dengan lokasi yang sangat strategis, dekat dengan Monas, pusat pemerintahan, perkantoran, dan area publik lainnya. Saat ini, stasiun ini melayani sekitar 34 perjalanan KA reguler setiap hari dan mencatat lebih dari 3,8 juta aktivitas pelanggan dalam tujuh bulan pertama tahun 2026.

Baca juga:

Integrasi Moda Transportasi

Meskipun jalur KRL melintas di kawasan Gambir, saat ini belum ada layanan naik turun penumpang KRL di stasiun tersebut setelah perubahan beberapa tahun lalu. Dengan meningkatnya mobilitas pengguna KRL Jabodetabek yang mencapai lebih dari 344 juta perjalanan sepanjang 2025, pengembangan layanan KRL di Gambir menjadi potensi penting untuk mengoptimalkan fungsi stasiun sebagai hub transportasi.

Pengembangan New Gambir akan mencakup kesiapan infrastruktur dan operasional, seperti fasilitas pelanggan, peron, alur perpindahan penumpang, kapasitas lintasan, sistem kelistrikan, persinyalan, serta pola operasi dan keselamatan perjalanan.

Baca juga:

New Gambir sebagai Pusat Pengalaman Perjalanan

Tidak hanya sebagai stasiun keberangkatan dan kedatangan, konsep New Gambir juga mengarah pada transformasi stasiun menjadi pusat pengalaman perjalanan yang menggabungkan elemen mobilitas, hospitality, leisure, dan aktivitas kawasan. Dengan posisi yang dekat dengan Monas dan pusat aktivitas Jakarta, Gambir diharapkan memiliki fungsi yang semakin strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pengembangan kota.

Data dan Tren Mobilitas

Data menunjukkan lintasan Bogor Line menjadi salah satu jalur tersibuk di jaringan KRL Jabodetabek dengan lebih dari 153 juta perjalanan pada 2025, sekitar 44,55 persen dari total perjalanan KRL. Hal ini menandakan kebutuhan integrasi yang efektif antara layanan KRL dan KA Jarak Jauh di pusat Jakarta untuk menunjang mobilitas yang kian meningkat.

Baca juga:

Persiapan dan Tantangan Pengembangan

Pihak KAI menegaskan bahwa pengembangan layanan Commuter Line di Gambir memerlukan persiapan matang baik dari sisi infrastruktur maupun operasional agar dapat berjalan optimal dan aman. Hal ini mencakup penataan fasilitas pelanggan serta peningkatan kapasitas lintasan dan sistem pendukung lainnya.

Dengan pengembangan New Gambir, stasiun ini diharapkan menjadi simpul penting yang tidak hanya melayani perjalanan kereta api, tetapi juga mendukung integrasi moda transportasi publik di Jakarta secara menyeluruh.