Media Kampung – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengingatkan generasi muda Indonesia agar berhati-hati terhadap dominasi algoritma di era digital yang bisa menjadi bentuk baru penjajahan. Menurutnya, algoritma pada platform digital dan media sosial kini memengaruhi cara berpikir, perilaku, hingga pandangan masyarakat terhadap berbagai informasi.
Nezar menjelaskan bahwa algoritma media sosial cenderung menampilkan konten yang sesuai dengan preferensi pengguna, sehingga pandangan yang berbeda semakin terpinggirkan. Kondisi ini berpotensi menciptakan ruang tertutup informasi atau filter bubble, serta echo chamber yang mempersempit sudut pandang publik.
Lebih jauh, Nezar mengingatkan tentang persaingan global di bidang teknologi, khususnya dalam penguasaan kecerdasan buatan (AI) dan industri semikonduktor. Ia menekankan bahwa perang teknologi saat ini sangat penting dan Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi tanpa berperan aktif sebagai pengembang.
Indonesia sebenarnya memiliki modal besar berupa bonus demografi dan sumber daya mineral strategis yang dibutuhkan industri teknologi. Namun, potensi tersebut belum maksimal tanpa dukungan sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
Wamenkomdigi mendorong generasi muda untuk memperkuat kemampuan di bidang STEM (science, technology, engineering, and mathematics) serta meningkatkan literasi digital guna menghindari manipulasi informasi di ruang digital. Ia mengajak organisasi kepemudaan dan pelajar untuk turut membangun kemandirian teknologi nasional dan menjaga agar ruang digital Indonesia tetap sehat, kritis, dan produktif bagi masa depan bangsa.
Pesan ini disampaikan Nezar pada Minggu, 24 Mei 2026, sebagai upaya mengingatkan pentingnya peran aktif Indonesia dalam menghadapi tantangan digital global dan mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki negara.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan