Media Kampung – PCNU Parepare memulai pembangunan Masjid Keempat PCNU Parepare di Pesantren Putri Zubdatul Asrar sebagai upaya memperkuat dakwah serta pendidikan keagamaan.
Pembangunan ini direncanakan selesai pada akhir tahun 2026, dengan target menyediakan fasilitas ibadah modern bagi santri dan masyarakat sekitar.
Lokasi pembangunan berada di kompleks pesantren yang sudah dikenal sebagai pusat pembinaan perempuan Muslim di kota Parepare, Sulawesi Selatan.
Anggaran proyek sebesar Rp 8 miliar didanai melalui iuran anggota PCNU, sumbangan dermawan, serta sponsor perusahaan lokal.
Ruang utama masjid dirancang dengan kapasitas 1.200 jamaah, dilengkapi sistem audio visual serta ruang kelas untuk kegiatan belajar mengaji.
Selain ruang sholat, masjid akan memiliki perpustakaan Islam, laboratorium komputer, dan aula serbaguna untuk seminar keagamaan.
Kepala Pesantren Putri Zubdatul Asrar, Syaikhah Nurul Aini, menyatakan bahwa fasilitas baru akan meningkatkan kualitas pendidikan santri perempuan.
“Dengan masjid ini, kami dapat menyelenggarakan kegiatan dakwah lebih terstruktur dan memberikan ruang belajar yang nyaman,” ujar Syaikhah Aini dalam rapat pembukaan.
PCNU Parepare menegaskan bahwa proyek ini selaras dengan visi nasional memperbanyak sarana ibadah di wilayah timur Indonesia.
Tim pelaksana terdiri dari arsitek lokal, insinyur sipil, serta tenaga kerja profesional yang berpengalaman dalam konstruksi masjid.
Penggunaan material ramah lingkungan, seperti batu alam daur ulang dan panel surya, menjadi prioritas untuk mengurangi jejak karbon.
Setiap tahapan pembangunan diawasi oleh Dewan Pengawas Masjid yang melaporkan progres secara berkala kepada kepengurusan PCNU.
Sejumlah tokoh agama daerah, termasuk Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan, turut memberikan dukungan moral.
Penggalangan dana melalui platform online juga memungkinkan warga di seluruh Indonesia berpartisipasi dalam realisasi proyek.
Dalam rapat koordinasi, Ketua PCNU Parepare, KH. Ahmad Zaini, menegaskan pentingnya kolaborasi antar lembaga keagamaan.
Ia menambahkan bahwa masjid baru akan menjadi pusat studi Al-Qur’an, hadis, serta ilmu fikih bagi generasi muda.
Kegiatan sosial seperti pembagian zakat, infaq, dan santunan anak yatim akan difasilitasi melalui ruang serbaguna masjid.
Pengelolaan keuangan masjid akan transparan dengan sistem akuntansi berbasis digital yang dapat diakses anggota.
Rencana peluncuran resmi masjid dijadwalkan pada peringatan Isra’ Mi’raj tahun 2026, mengundang ribuan peserta.
Media lokal melaporkan antusiasme tinggi dari warga Parepare yang berharap proyek ini dapat meningkatkan kualitas hidup spiritual.
Beberapa universitas Islam di Sulawesi Selatan berencana menjalin kerja sama penelitian ilmiah dengan masjid baru.
Dengan fasilitas lengkap, diharapkan masjid ini dapat menampung program beasiswa bagi santri berprestasi.
Pengurus PCNU menekankan bahwa pembangunan tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar di pesantren selama proses berlangsung.
Keamanan lokasi dijaga ketat oleh aparat keamanan serta relawan masyarakat untuk memastikan kelancaran konstruksi.
Setiap bulan, laporan keuangan dan fisik proyek dipublikasikan di website resmi PCNU Parepare.
Penggunaan teknologi BIM (Building Information Modeling) membantu mengoptimalkan desain dan mengurangi risiko kesalahan struktural.
Masjid Keempat PCNU Parepare akan menjadi contoh sinergi antara lembaga keagamaan, pendidikan, dan sektor swasta.
Para donatur yang berkontribusi akan mendapatkan sertifikat penghargaan serta nama mereka tercantum di dinding penghargaan masjid.
Pengembangan program kajian tafsir Al-Qur’an dijadwalkan rutin setiap dua minggu sekali di ruang aula masjid.
Seluruh proses pembangunan mematuhi standar keselamatan kerja yang ditetapkan Kementerian PUPR.
Dengan selesainya masjid, diharapkan tercipta iklim religius yang lebih kuat serta meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di wilayah Parepare.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan