Media Kampung – 17 April 2026 | Poroz menggelar acara Halal Bihalal pada 15 April 2024 di kantor pusatnya, Surabaya, untuk memperkuat kolaborasi pengelolaan zakat dan qurban secara digital.

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan 13 organisasi masyarakat (ormas) yang bergerak di bidang sosial, keagamaan, dan ekonomi umat.

Kerjasama ini ditujukan untuk mengintegrasikan sistem zakat tradisional dengan platform qurban digital yang sedang dikembangkan Poroz.

Platform qurban digital diharapkan dapat menambah kontribusi sebesar Rp 20 miliar pada musim Idul Adha mendatang.

CEO Poroz, Budi Santoso, menyatakan, “Kolaborasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya nyata untuk menjangkau generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi.”

Ia menambahkan, “Dengan antarmuka yang ramah pengguna, generasi milenial dapat menyalurkan zakat dan qurban secara online tanpa hambatan birokrasi.”

Ormas yang terlibat mencakup Nahdlatul Ulama Cabang Surabaya, Muhammadiyah Surabaya, dan 11 organisasi lokal lainnya.

Setiap ormas akan menjadi mitra verifikasi penerima manfaat, memastikan penyaluran dana zakat dan hewan qurban tepat sasaran.

Platform digital Poroz menggunakan teknologi blockchain untuk mencatat setiap transaksi secara transparan.

Penggunaan blockchain mengurangi risiko penyelewengan dan meningkatkan kepercayaan donatur.

Selain itu, aplikasi mobile Poroz dilengkapi fitur notifikasi yang mengingatkan pengguna tentang jadwal pembayaran dan pelaksanaan qurban.

Fitur edukasi dalam aplikasi menjelaskan perbedaan antara zakat fitrah, zakat maal, dan qurban secara interaktif.

Data internal menunjukkan bahwa 62 persen donatur usia 18‑35 tahun lebih memilih metode digital dibandingkan cara konvensional.

Hal ini memotivasi Poroz untuk memperluas kampanye pemasaran melalui media sosial dan influencer muslim.

Tim pemasaran Poroz menargetkan peningkatan jumlah pengguna aplikasi sebesar 30 persen pada kuartal berikutnya.

Penelitian independen yang dilakukan oleh Lembaga Riset Sosial Indonesia mengindikasikan pertumbuhan donasi digital sebesar 18 persen secara nasional pada 2023.

Kondisi tersebut memberikan peluang strategis bagi Poroz untuk menjadi pelopor inovasi zakat dan qurban digital di wilayah Jawa Timur.

Pemerintah daerah Surabaya memberikan dukungan berupa fasilitas pelatihan digital bagi staf ormas mitra.

Pelatihan tersebut mencakup penggunaan aplikasi, keamanan data, dan prosedur audit internal.

Hasil audit internal pertama menunjukkan tingkat akurasi pencatatan transaksi mencapai 99,2 persen.

Keberhasilan ini memperkuat kredibilitas Poroz di mata regulator dan lembaga keuangan syariah.

Selanjutnya, Poroz berencana meluncurkan modul pembayaran melalui e‑wallet nasional pada akhir Mei 2024.

Modul tersebut akan memungkinkan donatur melakukan pembayaran zakat dan qurban dengan satu klik.

Selain itu, Poroz sedang mengembangkan fitur pembagian hasil (profit sharing) bagi peternak lokal yang menyumbangkan hewan qurban.

Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan peternak serta menstimulasi ekonomi agrikultur daerah.

Para ahli ekonomi Islam menilai bahwa sinergi antara zakat dan qurban digital dapat menambah volume dana sosial hingga 25 persen dalam jangka tiga tahun.

Pengalaman Poroz dalam mengelola program amal digital selama pandemi Covid‑19 menjadi landasan kuat untuk proyek ini.

Selama pandemi, Poroz berhasil menyalurkan lebih dari 10.000 paket bantuan melalui platform daring.

Kemampuan tersebut memberi keyakinan bahwa sistem baru akan berjalan lancar pada musim Idul Adha yang akan datang.

Acara Halal Bihalal juga menjadi ajang silaturahmi antar pemimpin ormas, mempererat jaringan sosial‑ekonomi umat.

Para pemimpin menegaskan komitmen bersama untuk menjaga akuntabilitas dan transparansi dalam setiap penyaluran dana.

Dengan kolaborasi ini, Poroz berharap dapat menjawab tantangan inklusi keuangan syariah di era digital.

Kondisi terbaru menunjukkan aplikasi Poroz telah diunduh lebih dari 150.000 kali sejak peluncuran awal tahun.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.