Media Kampung – Fatayat NU Kencong resmi melantik 66 pengurus baru pada peringatan Harlah ke-76, menegaskan komitmen memperkuat sinergi daerah di Kabupaten Jember.
Upacara pelantikan berlangsung pada Minggu, 26 April 2026, di Pendopo Wahyawibagraha, Jember, dipimpin oleh Ketua Fatayat PWNU Jawa Timur, Siti Maulidah.
Pengurus terpilih akan mengemban masa jabatan 2025–2030, menyiapkan program strategis di bidang sosial, keagamaan, dan pemberdayaan perempuan Nahdliyin.
Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ning Ghyta Eka Puspita, dalam sambutannya mengapresiasi kiprah Fatayat NU Kencong sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi masalah stunting, kemiskinan, rendahnya literasi, dan tingginya angka pernikahan dini.
“Permasalahan tersebut berakar dari keluarga, sehingga penguatan pendidikan keluarga menjadi kunci, dan Fatayat NU memiliki peran penting,” ungkapnya.
Ketua PC Fatayat NU Kencong, Minhajul Abidah, menegaskan kesiapan organisasi menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Jember.
“Kami hadir bukan sekadar pelengkap, tetapi sebagai subjek strategis dalam penguatan moderasi Islam dan pembangunan sosial,” tambah Abidah.
Tagline Fatayat NU, Berdaya, Berdampak, dan Mendunia, diarahkan untuk mendukung visi Jember Baru, Jember Maju.
Komitmen ini dijadikan jawaban atas tantangan daerah, termasuk kemiskinan, stunting, rendahnya literasi, pernikahan dini, dan perceraian.
Sebagai langkah awal masa khidmat, PC Fatayat NU Kencong merumuskan tiga program unggulan untuk lima tahun ke depan.
Program pertama, akselerasi literasi intelektual, menjadikan Kencong ruang tumbuh pemikiran perempuan Nahdliyah dengan gagasan inovatif.
Program kedua, penguatan etika bisnis berbasis nilai Islam, diluncurkan melalui inisiatif Kang Dul (Kreatif, Amanah, Ngaji, Dodolan) bagi pelaku usaha kecil.
Kang Dul bertujuan agar praktik jual beli selaras dengan ajaran Islam, meningkatkan kepercayaan dan keberlanjutan usaha.
Program ketiga, pemberdayaan ramah inklusi, melibatkan kerja sama dengan lembaga pendidikan inklusif untuk menyediakan ruang setara bagi semua lapisan masyarakat.
Kerjasama tersebut mencakup anak-anak dengan kebutuhan khusus, memastikan akses pendidikan yang adil.
Pelantikan 66 pengurus menandai transisi kepemimpinan yang lebih representatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat Jember.
Para pengurus baru terdiri dari tokoh perempuan dengan latar belakang beragam, termasuk bidang pendidikan, ekonomi, dan keagamaan.
Keberagaman ini diharapkan memperkaya perspektif dalam perencanaan program pembangunan daerah.
Fatayat NU Kencong juga menegaskan peran strategis dalam mempromosikan moderasi Islam, sebagai upaya mengurangi potensi konflik sektoral.
Dengan pendekatan inklusif, organisasi berupaya menguatkan jaringan sosial yang mendukung kesejahteraan keluarga.
Penguatan pendidikan keluarga menjadi fokus utama, sejalan dengan pernyataan TP PKK Jember tentang akar permasalahan sosial.
Melalui program literasi intelektual, Fatayat NU Kencong berencana mengadakan forum diskusi, lokakarya, dan pelatihan menulis kreatif.
Inisiatif ini diharapkan meningkatkan kualitas pemikiran kritis dan kemampuan berkomunikasi anggota organisasi.
Di bidang ekonomi, program Kang Dul akan menyediakan modul pelatihan keuangan syariah, manajemen risiko, dan pemasaran digital.
Pelatihan tersebut akan melibatkan ahli ekonomi syariah dan pelaku usaha lokal sebagai mentor.
Untuk inklusi, kerja sama dengan sekolah inklusif mencakup penyediaan fasilitas aksesibel dan pelatihan guru dalam metode pembelajaran diferensial.
Hal ini selaras dengan kebijakan pemerintah daerah yang menargetkan peningkatan partisipasi pendidikan bagi penyandang disabilitas.
Secara keseluruhan, pelantikan pengurus baru menandai komitmen Fatayat NU Kencong untuk menjadi agen perubahan yang berdaya, berdampak, dan mendunia.
Kegiatan ini juga memperkuat jaringan antara organisasi perempuan Nahdliyin, pemerintah, dan sektor swasta di Kabupaten Jember.
Dengan sinergi yang terjalin, diharapkan tercapai peningkatan indikator kesejahteraan sosial, ekonomi, dan pendidikan di wilayah tersebut.
Ke depan, Fatayat NU Kencong akan melaporkan progres program secara berkala, memastikan akuntabilitas dan transparansi kepada masyarakat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan