Media Kampung – Mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) berhasil mencuri perhatian di kancah nasional lewat inovasi bisnis yang mengangkat kuliner tradisional Pulau Bawean. Melalui produk bernama Koncok-Koncok Nyemil’s, mereka mengemas makanan berbasis ikan tongkol menjadi camilan modern bernilai jual tinggi. Gagasan ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan kekayaan lokal, tetapi juga menjadi solusi preventif untuk mengatasi stunting berkat kandungan protein tinggi pada ikan tongkol.
Inovasi ini digagas oleh Moh Awaidil Fikri, putra asli Bawean, bersama rekannya Mufiddatul Husnah, keduanya mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi UNEJ. Mereka menyusun rencana bisnis yang matang untuk mengembangkan produk agar bisa menjangkau pasar lebih luas sekaligus mempromosikan budaya Bawean ke seluruh Indonesia. Fikri menegaskan bahwa fokus utama mereka bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.
Perjalanan mereka tidak mudah. Di tengah kesibukan kuliah, Fikri dan tim harus membagi waktu untuk mempersiapkan proposal, desain presentasi, hingga prototype produk. Mereka kerap berdiskusi melalui Zoom dan bertemu setelah jam kuliah, bahkan sering bekerja hingga larut malam. Saat presentasi di ajang Edutalk Fair Competition 2026 di Universitas Diponegoro, Semarang, mereka sempat menghadapi kendala teknis karena remote presenter yang tersendat. Namun, penguasaan materi yang matang membuat mereka tetap tampil prima.
Usaha keras mereka membuahkan hasil manis. Inovasi Koncok-Koncok Nyemil’s berhasil meraih Gold Medal sekaligus penghargaan Best Idea dalam Business Plan Edutalk Fair Competition 2026 yang digelar pada 30-31 Mei 2026. Prestasi ini melengkapi torehan Fikri yang sebelumnya juga juara dalam Festival Esai Mahasiswa Nasional di Universitas Wisnuwardhana Malang pada 9 Mei 2026. Dua kemenangan dalam satu bulan menegaskan kualitas dan konsistensi mahasiswa UNEJ dalam melahirkan inovasi berdaya saing.
Fikri berpesan kepada sesama mahasiswa untuk tidak takut keluar dari zona nyaman. “Jangan menunggu hebat untuk memulai, tapi memulailah untuk menjadi hebat. Jangan pernah takut mencoba, karena kalau tidak mencoba kita tidak akan tahu hasilnya. Kuliah kalau cuma belajar di kelas saja kurang asik. Jadikan aktivitas di luar kelas sebagai ajang refreshing,” pungkasnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan