Media Kampung – Istana Kepresidenan menegaskan bahwa kerja Presiden Prabowo Subianto dan kabinet Merah Putih tidak berorientasi pada hasil survei, meskipun mendapat rapor merah dari Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) terkait tingkat kepuasan publik.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang juga Juru Bicara Presiden menyatakan, sejak awal pemerintah selalu menegaskan bahwa kerja mereka bukan untuk mencari hasil survei, melainkan untuk kepentingan masyarakat.

Baca juga:

Penurunan Kepuasan Publik Menurut Survei SMRC

Survei terbaru SMRC menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah berada di angka 51,1 persen pada 26 Juli 2026. Angka ini menurun signifikan dibanding survei sebelumnya yang sempat mencapai 80 persen. Penurunan ini terjadi dalam kurun waktu sembilan bulan, dari 81,2 persen pada November 2025 menjadi 66,4 persen pada Februari-Maret 2026, lalu turun lagi menjadi 51,1 persen pada Juli 2026.

Survei dilakukan melalui wawancara telepon dan langsung terhadap 749 responden yang dipilih secara acak pada 5 sampai 19 Juli 2026, dengan margin of error sebesar 3,7 persen.

Baca juga:

Respons Istana Terhadap Hasil Survei

Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa program-program pemerintah saat ini merupakan tindak lanjut janji kampanye Presiden Prabowo saat Pilpres 2024. Pemerintah yakin bahwa apa yang dikerjakan akan diterima oleh rakyat sebagai realisasi janji kampanye, bukan sekadar untuk mengejar angka survei.

Menurut Prasetyo, perwujudan janji kampanye tersebut merupakan cita-cita bersama bangsa untuk maju, sejahtera, dan mandiri di berbagai bidang seperti pangan, energi, industrialisasi, dan hilirisasi.

Baca juga:

Konsekuensi dan Tantangan Ke Depan

Penurunan tingkat kepuasan publik ini menjadi peringatan bagi Pemerintahan Presiden Prabowo agar terus meningkatkan kinerjanya. Partai Gerindra pun menyatakan akan mengkaji hasil survei tersebut sebagai masukan bagi pemerintah.

Meski mendapat rapor merah dalam survei, Istana tetap menegaskan fokus pemerintah adalah pada keberhasilan program dan manfaat langsung bagi masyarakat, bukan sekadar angka survei.