Media Kampung – 10 April 2026 | Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haidar Nashir, menekankan pentingnya semangat kebersamaan (hirah) di antara rekan kerja kantor pusat serta PP Aisyiyah pada pertemuan silaturahmi Idulfitri 1447 H.
Acara yang digelar di kediamannya pada Jumat, 10 April, dihadiri para pegawai senior, pengurus, dan beberapa tokoh organisasi.
Haedar menyatakan bahwa hirah bukan sekadar motivasi pribadi, melainkan landasan kolektif untuk meningkatkan kinerja institusi.
Ia menambahkan, “Jika semangat gerak kita kuat, layanan kepada anggota dan masyarakat akan lebih optimal dan berdampak luas”.
Para hadirin dipersilakan menyampaikan aspirasi dan tantangan yang mereka hadapi dalam pelaksanaan program Muhammadiyah.
Diskusi mengarah pada pentingnya koordinasi lintas bidang, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
Haedar menekankan bahwa sinergi antara PP Muhammadiyah dan PP Aisyiyah menjadi faktor kunci dalam mempercepat pencapaian visi organisasi.
Ia menegaskan perlunya budaya kerja yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan anggota.
Selanjutnya, Ketua Umum menyoroti upaya digitalisasi administrasi sebagai langkah meningkatkan efisiensi operasional.
“Teknologi harus menjadi alat pendukung, bukan pengganti nilai-nilai keagamaan yang menjadi dasar kita,” ujarnya.
Para pengurus PP Aisyiyah menyambut baik inisiatif tersebut dan berkomitmen memperkuat peran perempuan dalam program sosial.
Dalam konteks nasional, Haedar mengingatkan bahwa Muhammadiyah berperan sebagai agen perubahan yang harus terus berinovasi.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas organisasi di tengah dinamika sosial dan politik Indonesia.
Pernyataan tersebut diiringi dengan harapan bahwa setiap unit kerja dapat menghasilkan output yang lebih berkualitas.
Sejumlah contoh keberhasilan program sebelumnya, seperti layanan kesehatan di puskesmas Muhammadiyah, dijadikan referensi untuk perbaikan selanjutnya.
Haedar menutup pertemuan dengan mengajak semua pihak untuk menumbuhkan rasa memiliki yang lebih dalam terhadap institusi.
Ia menegaskan, “Kita adalah satu keluarga besar, dan keberhasilan satu bagian adalah keberhasilan kita semua”.
Acara silaturahmi diakhiri dengan doa bersama untuk kelancaran program dan kesejahteraan seluruh anggota.
Pengurus menyatakan akan menyusun rencana aksi konkret berdasarkan masukan yang diterima.
Langkah selanjutnya mencakup evaluasi berkala terhadap pencapaian target kinerja dan hirah.
Haedar mengingatkan bahwa konsistensi dalam menerapkan nilai-nilai hirah akan menjadi penentu keberhasilan jangka panjang.
Penguatan budaya kerja ini diharapkan dapat meningkatkan citra Muhammadiyah di mata publik.
Para pegawai diharapkan dapat menjadi contoh bagi organisasi lain dalam mengimplementasikan semangat kebersamaan.
Dengan komitmen bersama, diharapkan program-program keagamaan, sosial, dan pendidikan dapat berjalan lebih efektif.
Haedar menegaskan bahwa keberlanjutan hirah memerlukan dukungan dari semua tingkatan, mulai dari pimpinan hingga staf lapangan.
Penutup pertemuan menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan dan adaptasi terhadap tantangan yang muncul.
Semangat Idulfitri yang penuh kebersamaan diharapkan terus menginspirasi kerja keras dan dedikasi di seluruh jaringan Muhammadiyah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.




