Media Kampung – Setelah perhelatan Surabaya Vaganza yang berlangsung pada Sabtu malam, 16 Mei 2026, Pemerintah Kota Surabaya langsung mengambil langkah cepat untuk memperbaiki taman-taman kota yang mengalami kerusakan akibat tingginya aktivitas masyarakat. DPRD Surabaya memberikan apresiasi terhadap respon cepat Pemkot dalam memulihkan ruang terbuka hijau tersebut.

Surabaya Vaganza merupakan pawai budaya yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya. Ribuan warga memadati pusat kota sehingga menyebabkan beberapa taman dan area hijau seperti Alun-Alun Surabaya, Taman Apsari, dan kawasan sekitar Bambu Runcing mengalami kerusakan. Mobilitas pengunjung yang tinggi membuat area tersebut mengalami kerusakan pada tanaman dan media tanam.

Menanggapi kondisi tersebut, Satgas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Surabaya segera melakukan perbaikan sejak pagi hari pada 17 Mei 2026. Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, menyatakan bahwa langkah cepat tersebut sangat penting untuk menjaga kualitas ruang terbuka hijau di tengah tingginya aktivitas publik dan pelaksanaan acara besar di kota.

Eri menjelaskan bahwa pemulihan taman tidak hanya sebatas pembersihan, tetapi juga meliputi perawatan teknis seperti merapikan bed tanaman, menegakkan tanaman yang rebah, serta penyulaman tanaman hias dan groundcover yang rusak. Selain itu, penggemburan tanah yang padat akibat terinjak juga menjadi perhatian agar vegetasi dapat tumbuh kembali secara optimal.

Eri juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga taman kota, terutama saat menghadiri kegiatan berskala besar di ruang publik. Ia mengingatkan pentingnya kesadaran bersama agar tidak menginjak area vegetasi dan memanfaatkan jalur pedestrian yang sudah disediakan demi kelestarian taman.

Selain itu, kondisi ini menjadi evaluasi penting bagi penyelenggara acara agar pengelolaan event ke depan semakin baik. Pengamanan area ruang hijau, pemasangan pembatas sementara, dan pengaturan kantong penonton perlu diperkuat agar suasana acara tetap meriah tanpa merusak taman kota.

DPRD Surabaya juga terus mendorong Pemkot untuk meningkatkan keberagaman flora serta mengembangkan taman dan ruang bermain yang ramah anak. Beberapa taman aktif bahkan sedang diupayakan untuk mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai ruang bermain yang inklusif.

Komitmen Surabaya terhadap ruang terbuka hijau semakin diperkuat agar kota ini tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga ramah lingkungan dan nyaman bagi warganya. Pemulihan taman kota pasca Surabaya Vaganza menjadi bukti keseriusan tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.