Media KampungPolrestabes Surabaya menyiagakan sebanyak 2.200 personel gabungan untuk mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Rabu, 17 Juni 2026 siang. Personel gabungan tersebut ditempatkan di berbagai titik rawan guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung.

Aksi yang direncanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Surabaya ini merupakan respons terhadap kondisi dalam negeri saat ini. Para peserta akan menyuarakan tuntutan kepada pemerintah melalui long march dan penyampaian aspirasi.

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Rosyid Hartanto, menyatakan bahwa pihaknya memberikan ruang terbuka bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi. Polisi tidak melakukan penyekatan massa, namun meminta peserta tetap menjaga ketertiban agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat. “Tentunya kita sama-sama mengawal agar aspirasi yang mereka sampaikan tidak mengganggu kepentingan umum, masyarakat umum, aktivitas, maupun pengguna jalan yang lain serta tidak melakukan pengrusakan-pengrusakan,” ujar Rosyid usai apel pasukan.

Rosyid menegaskan bahwa pasukan diinstruksikan untuk mengutamakan upaya humanis jika ada kecurigaan terhadap hal negatif. Namun, jika terjadi pengerusakan, petugas akan melakukan tindakan strategis. Sementara itu, belum ada pengalihan arus lalu lintas, tetapi pihaknya akan menyiapkan skema pengalihan jika jumlah massa sangat besar.

Untuk pengguna jalan, Rosyid meminta tidak perlu khawatir. Polisi telah berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait, termasuk pemerintah dan mahasiswa. “Untuk masyarakat silakan beraktivitas sesuai dengan aktivitas sehari-hari,” tambahnya.

Kondisi terkini di lokasi menunjukkan bahwa aparat telah memasang pagar berduri di depan Gedung Negara Grahadi. Mobil water cannon, mobil pemadam kebakaran, dan sarana prasarana lainnya juga disiagakan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.