Media Kampung, Surabaya – Pelabuhan Tanjung Perak membuka posko bantuan untuk para korban kebakaran kapal KM Mutiara Sentosa 2 dan keluarga yang terdampak. Posko ini berfungsi sebagai pusat informasi dan layanan untuk penumpang yang turun di pelabuhan tersebut setelah kejadian tragis di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura.
Kebakaran terjadi pada KM Mutiara Sentosa 2 yang mengangkut sekitar 250 orang dengan rute Surabaya menuju Makassar. Hingga kini, tercatat lima orang meninggal dunia, sementara 227 penumpang berhasil diselamatkan. Status penumpang lainnya masih belum diketahui.
Posko Pelayanan Terpadu di Pelabuhan
Menurut Purwanto Wahyu Widodo, Sub Regional Head Jawa Pelindo Regional 3, posko ini disiapkan sebagai pusat pengaduan dan identifikasi penumpang yang turun di Pelabuhan Tanjung Perak. Pelabuhan bekerja sama dengan otoritas pelabuhan, Basarnas, Jasa Raharja, dan rumah sakit pelabuhan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para korban dan keluarganya.
Layanan Kesehatan dan Pendukung
Selain sebagai pusat informasi, posko menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi penumpang yang turun. Jika kondisi kesehatan memungkinkan, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menggunakan kapal lain atau kembali ke kampung halaman. Layanan antar ke terminal atau stasiun terdekat juga disediakan secara gratis.
Fasilitas Pendukung untuk Keluarga Korban
Pelabuhan juga menyediakan fasilitas istirahat berupa lesehan, tempat mandi, dan ruang salat bagi keluarga korban yang menunggu di terminal. Hal ini bertujuan memberikan kenyamanan selama masa menunggu informasi lebih lanjut.
Proses Ganti Rugi dan Asuransi
Perihal kompensasi dan ganti rugi, penanganannya akan dilakukan oleh Jasa Raharja. Semua penumpang kapal telah diasuransikan, sehingga hak-hak mereka akan diurus sesuai ketentuan yang berlaku.
Situasi dan Upaya Penanganan
Peristiwa kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 menjadi perhatian serius berbagai pihak. Pelabuhan Tanjung Perak sebagai titik akhir rute kapal ikut berperan aktif dalam penanganan korban dan membantu keluarga melalui posko yang telah didirikan sejak kejadian. Koordinasi dengan berbagai instansi terkait terus dilakukan untuk memastikan pelayanan berjalan maksimal dan proses evakuasi serta identifikasi dapat berlangsung cepat dan akurat.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan korban dan keluarga mendapatkan dukungan yang memadai selama masa sulit pascakejadian kebakaran kapal tersebut.















Tinggalkan Balasan