Media Kampung – Pembangunan 41 gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, kini terhenti tanpa kejelasan. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena SPPG seharusnya menjadi dapur utama penyedia makanan bergizi gratis (MBG) bagi pelajar di seluruh kecamatan di Situbondo.

Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Situbondo, Akhmad Yulianto, menyampaikan bahwa hingga pertengahan Mei 2026 belum ada perkembangan berarti dari para mitra yang bertanggung jawab atas pembangunan SPPG. Dalam rapat evaluasi bersama jajaran Satgas MBG dan Korwil di Ruang Intelegence Room Pemkab Situbondo, ia menegaskan akan segera memanggil seluruh mitra terkait untuk meminta penjelasan langsung mengenai stagnasi proyek tersebut. “Ada 41 mitra pembangunan SPPG yang akan kami panggil, Selasa, 19 Mei 2026, karena hingga hari ini, tidak ada progres pembangunan SPPG,” kata Yulianto.

Lambatnya penyelesaian pembangunan SPPG ini menjadi perhatian serius, mengingat program MBG sangat dinantikan masyarakat. Banyak warga yang berharap anak-anak mereka segera mendapatkan akses makan bergizi gratis di sekolah. Namun hingga saat ini, program tersebut belum bisa berjalan optimal lantaran fasilitas dapur MBG belum tersedia. “Masyarakat banyak yang bertanya-tanya kapan MBG di daerahnya mulai beroperasi. Karena mereka juga ingin mendapatkan makan bergizi gratis di sekolah, sebagaimana sekolah lainnya yang sudah mendapatkan MBG,” ujar Yulianto menambahkan.

Satgas MBG mengaku kecewa dengan sikap para mitra pembangunan yang dinilai tidak menunjukkan komitmen. Jika dalam waktu dekat tidak ada itikad baik dan progres signifikan, Satgas MBG bahkan mempertimbangkan untuk memutus kontrak kerja sama dengan para mitra tersebut. “Kalau mitra tidak serius menanggapi, maka kita akan usulkan untuk segera dilakukan cut-off,” tegas Yulianto.

Pihak Satgas juga membuka peluang mengganti pihak pelaksana lama dengan mitra baru yang lebih kompeten. Langkah ini diambil agar pembangunan SPPG tidak terus-menerus tertunda dan program MBG bisa segera terlaksana sesuai target. Yulianto menekankan pentingnya keberlanjutan proyek ini karena berpengaruh pada roda perekonomian daerah. “Tentu saja ini tidak boleh dibiarkan, karena akan berpengaruh kepada dampak ekonomi di Kabupaten Situbondo yang terus berjalan,” ujarnya.

Kondisi mangkraknya 41 bangunan SPPG membuat pelaksanaan program MBG di Situbondo tertunda di banyak titik. Sementara itu, masyarakat menunggu kepastian kapan anak-anak mereka bisa menikmati manfaat program tersebut. Hingga saat ini, Satgas MBG tengah menyiapkan langkah tegas dengan memanggil seluruh mitra pada 19 Mei 2026 untuk meminta komitmen dan kejelasan terkait kelanjutan pembangunan SPPG. Satgas juga tidak menutup kemungkinan melakukan evaluasi menyeluruh dan pergantian mitra demi kelancaran program makan bergizi gratis di Situbondo.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.