Media Kampung – Petugas kesehatan bersama TNI dan pemerintah desa di Kabupaten Lumajang menggencarkan aksi pencegahan demam berdarah dengue (DBD) dengan melakukan fogging di sejumlah titik rawan. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap potensi meningkatnya kasus DBD, terutama saat musim pancaroba yang kerap memicu perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Pada Selasa, 12 Mei 2026, tim dari Puskesmas Tekung didampingi Babinsa Koramil 0821-15/Tekung, Serda Aris Purwanto, turun langsung ke Dusun Kembang, Desa Tekung, Kecamatan Tekung. Mereka melakukan pengasapan di permukiman, saluran air, dan berbagai lokasi yang berisiko menjadi sarang nyamuk penyebab DBD. Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang dianggap memiliki tingkat kerawanan tinggi berdasarkan pantauan di lapangan.
Serda Aris Purwanto menegaskan kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bertujuan mendukung kelancaran program kesehatan. Ia mengajak warga agar tidak hanya mengandalkan fogging, namun juga meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. “Kami hadir agar pelaksanaan fogging berjalan lancar sekaligus mengajak warga lebih peduli kebersihan lingkungan. Pencegahan DBD tidak cukup hanya dengan fogging, tetapi harus dibarengi kesadaran menjaga kebersihan,” ujar Aris Purwanto di sela kegiatan.
Ketua Tim Puskesmas Tekung, Muhammad Yudha, menyoroti bahwa fogging dilakukan sebagai langkah reaktif guna memutus mata rantai penularan DBD. Ia menekankan, upaya utama yang harus dilakukan warga adalah gerakan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air. “Warga harus rutin menguras bak mandi, menutup rapat tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air hujan,” jelas Yudha. Langkah ini dianggap paling efektif mencegah berkembangnya jentik nyamuk di lingkungan sekitar rumah.
Kepala Dusun Kembang, M. Akbar, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi antara Babinsa dan tenaga kesehatan. Ia menilai edukasi yang diberikan langsung kepada warga jauh lebih efektif dalam membangun kesadaran kolektif. “Kami berterima kasih atas perhatian semua pihak. Dengan fogging dan edukasi ini, harapannya warga semakin sadar pentingnya menjaga lingkungan agar terbebas dari DBD,” ungkap Akbar.
Selain melakukan fogging dan sosialisasi, petugas dari Puskesmas Tekung juga mengingatkan masyarakat agar segera melapor jika ada warga yang mengalami gejala seperti demam tinggi mendadak, nyeri sendi, atau muncul bintik merah di kulit. Gejala-gejala tersebut merupakan tanda utama DBD yang perlu segera ditangani tenaga medis.
Upaya promotif dan preventif yang dilakukan di Kecamatan Tekung ini diharapkan dapat menekan risiko penyebaran DBD menjelang musim pancaroba. Kegiatan serupa akan terus dilakukan di wilayah-wilayah yang dinilai rawan, dengan fokus pada edukasi dan keterlibatan aktif masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. Puskesmas Tekung menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan kasus dan merespons setiap laporan warga secara cepat dan terukur.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan