Media Kampung – Seorang anggota DPRD Jember, berinisial ASS, menjadi sorotan tajam setelah aksinya bermain game dan merokok saat sidang rakyat viral di media sosial. Dalam video berdurasi sekitar satu menit itu, ASS tampak asyik dengan ponselnya di tengah forum resmi Komisi D bersama Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, Dinas Sosial, dan beberapa perwakilan puskesmas. Sidang tersebut membahas isu penting seperti campak dan stunting yang tengah dihadapi masyarakat Jember.

Aksi ASS dinilai tidak pantas, mengingat forum itu digelar untuk menyelesaikan persoalan kesehatan yang sangat krusial. Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, langsung merespons kejadian ini dengan memastikan akan meninjau ulang aturan internal dewan. Ahmad Halim mengatakan, “Ke depan kemungkinan ada aturan khusus saat RDP supaya kejadian seperti itu tidak terulang lagi.” Ia menegaskan pentingnya seluruh anggota DPRD menjaga etika di setiap forum resmi pemerintahan.

Video viral yang beredar memantik reaksi keras dari publik, terutama karena sidang tersebut membahas masalah yang berkaitan langsung dengan kesehatan warga. Sikap ASS dianggap mencederai kepercayaan masyarakat terhadap para wakil rakyat yang seharusnya menjadi contoh dan fokus pada tugasnya. Ketua DPRD menilai, tindakan anggota Komisi D itu menjadi evaluasi penting bagi seluruh anggota legislatif di Jember.

Pihak DPRD memastikan kasus ini akan diproses melalui Badan Kehormatan Dewan sesuai mekanisme yang berlaku. Selain itu, karena ASS berasal dari Fraksi Gerindra, partai juga akan memanggil dan meminta klarifikasi secara internal. Ahmad Halim menambahkan, “Kami akan klarifikasi dan memberikan sanksi administratif, teguran maupun disiplin.” Ia menegaskan, proses penindakan tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku di DPRD maupun partai.

Diketahui, ASS adalah anggota baru di dunia politik dan belum menjalani pelatihan partai secara penuh. Faktor usia muda dan minim pengalaman disebut sebagai alasan tambahan mengapa kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh anggota. Ahmad Halim berharap, peristiwa ini menjadi momentum untuk memperkuat disiplin dan tata tertib di lingkungan DPRD Jember agar anggota dewan benar-benar profesional saat menjalankan tugasnya.

Sampai berita ini ditulis, proses klarifikasi dan sanksi terhadap ASS masih berjalan di tingkat DPRD dan partai. DPRD Jember berjanji akan bersikap tegas dan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah kasus serupa terulang di masa mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.