Media Kampung – Sepeda motor inventaris milik BMT NU Grujugan, Bondowoso, hilang digondol pencuri pada Sabtu sore, 9 Mei 2026. Motor Honda Beat Street berwarna hitam dengan nomor polisi M 6191 YF itu raib saat terparkir di depan kantor, meski posisi stang sudah terkunci.
Aksi pencurian tersebut terekam jelas dalam kamera CCTV kantor. Dua orang pria datang berboncengan menggunakan sepeda motor lain. Salah satu pelaku turun mengenakan hoodie dan helm hitam, lalu berjalan mengendap-endap sambil memastikan situasi sekitar aman. Sementara satu pelaku lainnya tetap berada di atas motor, mengawasi kondisi sekitar lokasi kejadian.
Begitu dirasa situasi cukup sepi, pelaku langsung membawa kabur motor inventaris yang terparkir di antara tiga motor lainnya. Karyawan BMT NU Grujugan, Silvi Nabila, menuturkan bahwa saat kejadian seluruh karyawan sedang beraktivitas di dalam kantor dan tidak menyadari aksi pencurian tersebut.
“Awalnya salah satu karyawan ingin memasukkan motor ke dalam kantor. Tapi ternyata motornya sudah tidak ada, hanya helm yang tertinggal di lantai,” ujar Silvi saat dikonfirmasi pada Selasa, 12 Mei 2026. Setelah menyadari motor hilang, karyawan langsung memeriksa rekaman CCTV dan mendapati motor benar-benar diambil pelaku.
Motor yang dicuri merupakan kendaraan inventaris kantor dengan usia pemakaian sekitar satu tahun. Selain kehilangan motor, kerugian semakin besar karena di dalam jok terdapat sejumlah surat-surat penting seperti STNK, tujuh lembar BPKB, dan kunci mobil. Silvi memperkirakan nilai kerugian atas hilangnya motor tersebut mencapai lebih dari Rp18 juta. “Kalau untuk kerugian BPKB-nya belum tahu berapa. Tapi kalau motornya kurang lebih sekitar Rp18 juta,” ujarnya.
Pihak BMT NU Grujugan langsung melaporkan kejadian ini ke polisi begitu mengetahui motor lenyap. Rasa waswas pun menyelimuti para karyawan, sebab ini merupakan kali pertama kasus pencurian sepeda motor terjadi di lingkungan kantor mereka.
Kepala Seksi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Siswanto, membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memburu pelaku. “Masih dalam proses lidik,” tegas Bobby.
Hilangnya motor inventaris BMT NU Grujugan tak hanya menimbulkan kerugian materi, namun juga membuat para karyawan lebih waspada terhadap keamanan di sekitar kantor. Proses penyelidikan terus berlangsung dan pihak kepolisian mengumpulkan bukti dari rekaman CCTV demi mengungkap pelaku pencurian. Sementara itu, aktivitas di BMT NU Grujugan tetap berjalan namun dengan kewaspadaan ekstra pasca peristiwa ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan