Media Kampung – Lebih dari lima ratus calon jemaah haji lansia asal Banyuwangi mendapatkan layanan prioritas khusus saat musim haji 2026. Kementerian Haji dan Umrah bersama petugas daerah telah menyiapkan pendampingan dan berbagai fasilitas demi memastikan para jemaah lanjut usia bisa beribadah dengan aman di Tanah Suci.

Dari total 1.312 calon jemaah haji tahun ini, sebanyak 503 orang tercatat berusia di atas 65 tahun. Mereka masuk kelompok prioritas yang akan memperoleh perhatian ekstra selama perjalanan maupun saat melaksanakan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi. Selain itu, ada 144 jemaah kategori risiko tinggi yang juga akan didampingi secara khusus mengingat kondisi kesehatan mereka.

Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Banyuwangi, Rif’an Junaidi, menyampaikan bahwa seluruh jemaah prioritas telah selesai dipetakan dan akan mendapat layanan intensif sejak keberangkatan. “Jemaah lansia, risiko tinggi, dan difabel sudah dipetakan. Nantinya mereka mendapatkan layanan prioritas, termasuk program Murur,” ujar Rif’an saat ditemui di Banyuwangi.

Program Murur sendiri menjadi salah satu solusi yang diterapkan untuk mengurangi kepadatan di area Muzdalifah. Dengan skema ini, jemaah prioritas hanya akan melintasi Muzdalifah menggunakan kendaraan tanpa perlu turun dan bermalam, sehingga kondisi fisik mereka tetap terjaga di tengah puncak musim haji. “Dengan program Murur, jemaah prioritas bisa lebih nyaman dan terhindar dari kepadatan saat proses ibadah,” tambah Rif’an.

Pemberangkatan jemaah dilakukan secara bertahap dan dilepas langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, pada 12 Mei 2026 di halaman Kantor Pemkab Banyuwangi. Dalam sambutannya, Ipuk menegaskan pentingnya pelayanan maksimal bagi jemaah lansia serta penyandang disabilitas. Ia meminta seluruh petugas haji memberikan perhatian penuh agar jemaah bisa beribadah dengan tenang. “Lansia dan jemaah dengan kondisi kesehatan khusus harus menjadi perhatian bersama. Pastikan seluruh jemaah mendapat pelayanan terbaik agar bisa menjalankan ibadah dengan nyaman,” tegas Ipuk.

Bupati Ipuk juga berpesan agar para jemaah menjaga kesehatan dan saling tolong-menolong selama beribadah di Tanah Suci. Harapannya, seluruh peserta haji asal Banyuwangi dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat. “Semoga seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran, dan kembali menjadi haji yang mabrur,” harap Ipuk kepada para jemaah yang hadir.

Untuk musim haji 2026, jemaah tertua asal Banyuwangi tercatat bernama Ropingi yang telah berusia 103 tahun, sementara yang termuda adalah Jaffran Raditya yang baru berumur 18 tahun. Semua jemaah diberangkatkan ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya secara bertahap sebelum melanjutkan perjalanan menuju Arab Saudi. Proses pendampingan dan layanan khusus akan terus diberikan hingga mereka selesai menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji.

Seluruh persiapan dan pelaksanaan haji tahun ini menjadi perhatian utama Kementerian Haji dan Umrah, terutama untuk kelompok lansia dan jemaah berisiko tinggi. Upaya ini diharapkan dapat memastikan kenyamanan, keamanan, serta kelancaran ibadah bagi seluruh jemaah asal Banyuwangi sepanjang musim haji 2026.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.