Media Kampung – PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI) berencana membangun sumur bor di Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, untuk mengatasi kekurangan air bersih pada musim kemarau.
Rencana tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan, yang difokuskan pada kegiatan sosial peningkatan akses air bagi masyarakat setempat.
Pada Sabtu, 18 April 2026, Rochman Hidayat selaku Head of Human Capital, Facility and Community PT POMI menyatakan bahwa kajian teknis masih berlangsung mengingat topografi daerah yang berupa dataran tinggi.
Ia menambahkan, “Kami masih melakukan kajian sebelum membangun sumur bor karena kondisi geografis di Selobanteng menuntut analisis mendalam.”
Selobanteng memiliki sekitar 2.050 penduduk yang selama ini mengandalkan mata air pegunungan sebagai sumber utama air bersih.
Namun, pada musim kemarau, debit mata air menurun hingga 50 persen, bahkan ada yang mengering total, menyulitkan warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kepala Desa Selobanteng, Muttaha, menyatakan harapannya agar sumur bor dapat segera terealisasi sehingga warga tidak lagi mengalami krisis air.
“Semoga segera terealisasi karena warga saya sangat membutuhkan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih khususnya saat kemarau tiba,” ujarnya.
Sebelumnya, PT POMI telah menyalurkan tandon air ke Sekolah Dasar setempat sebagai upaya penanggulangan sementara.
Perusahaan juga melaksanakan edukasi kepada masyarakat tentang konservasi sumber mata air, termasuk penanaman pohon dan pelestarian area resapan.
Rochman menegaskan, “Program TJSL ini memang difokuskan pada kegiatan sosial, salah satunya membantu penanganan kekurangan air bersih dengan membangun sumur bor.”
Lokasi yang dipilih untuk sumur bor berada di Dusun Beringin, yang juga terletak pada ketinggian yang sama, sehingga analisis geologi menjadi krusial.
Pihak perusahaan telah mengidentifikasi potensi air tanah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar 2.050 jiwa warga.
Jika sumur bor berhasil dibangun, diperkirakan kapasitas produksi air dapat mencukupi kebutuhan harian sebanyak 150 liter per kapita.
Muttaha menambahkan, “Warga kami juga menampung air hujan, namun tidak selalu cukup; sumur bor akan menjadi solusi jangka panjang.”
Pengadaan sumur bor dijadwalkan selesai pada akhir tahun 2026, dengan target operasi dimulai awal 2027 setelah uji coba teknis.
POMI berkomitmen menyediakan pemeliharaan rutin dan pelatihan operasional kepada masyarakat setempat untuk memastikan keberlanjutan fasilitas.
Kajian akhir dijadwalkan selesai pada September 2026, setelah itu keputusan final pembangunan akan diumumkan melalui rapat koordinasi bersama pemerintah daerah.
Dengan realisasi proyek ini, diharapkan tingkat akses air bersih di Selobanteng meningkat signifikan, mengurangi beban warga selama musim kering.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan