Bentukkan Staf Khusus Adat, Wali Kota Jayapura Libatkan Para Ondoafi

Media Kampung – Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, menginisiasi pembentukan staf khusus adat yang secara langsung melibatkan para Ondoafi dari 10 kampung adat di Kota Jayapura. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat peran masyarakat adat dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi ciri khas Port Numbay.

Peran Strategis Para Ondoafi dalam Pemerintahan

Abisai Rollo menegaskan bahwa para Ondoafi memegang posisi penting sebagai pemilik hak ulayat serta penjaga tanah adat di wilayah Kota Jayapura. Oleh karena itu, keterlibatan mereka dalam struktur pemerintahan dan pembangunan kota dianggap sangat vital. “Para Ondoafi ini adalah orang-orang yang punya negeri Port Numbay atau Kota Jayapura. Mereka memiliki peran besar dalam menjaga, membangun, dan merawat kota ini,” ujar Abisai saat ditemui di Kantor Pemerintah Kota Jayapura, Kamis (28/5).

Dengan pembentukan staf khusus adat, Pemerintah Kota Jayapura berupaya memastikan bahwa setiap program pembangunan yang dijalankan sejalan dengan penghormatan dan pelestarian budaya serta adat istiadat masyarakat asli Papua, khususnya masyarakat adat Port Numbay.

Jembatan Komunikasi antara Pemerintah dan Masyarakat Adat

Rencana pembentukan staf khusus adat tersebut akan menjadi wadah komunikasi resmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat adat di setiap kampung. Melalui mekanisme ini, berbagai persoalan sosial, budaya, maupun pembangunan dapat diselesaikan dengan pendekatan adat yang berlandaskan kekeluargaan dan kebersamaan.

Abisai menambahkan bahwa setiap Ondoafi memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan masyarakat di wilayah adatnya masing-masing. Mereka juga diharapkan menjadi mitra pemerintah dalam mendukung berbagai program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Penguatan Kearifan Lokal sebagai Pilar Pembangunan

Inisiatif bentuk staf khusus adat, wali kota libatkan para Ondoafi ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Jayapura untuk mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam proses pembangunan. Pendekatan ini penting agar pembangunan tidak hanya mengejar kemajuan fisik, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki dan menjaga keberlanjutan budaya masyarakat asli Papua.

Melalui peran aktif para Ondoafi sebagai perpanjangan tangan pemerintah, diharapkan terbangun sinergi yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat adat. Hal ini akan memperkuat stabilitas sosial dan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Harapan dan Tantangan ke Depan

Meski demikian, pembentukan staf khusus adat, wali kota libatkan para Ondoafi juga menghadapi tantangan seperti perlunya penguatan kapasitas para Ondoafi dalam memahami dinamika pemerintahan modern tanpa mengesampingkan adat istiadat. Pemerintah daerah harus memberikan dukungan pelatihan dan fasilitasi agar peran staf khusus adat ini maksimal.

Ke depan, diharapkan langkah ini menjadi model bagi daerah lain dalam mengakomodasi peran masyarakat adat secara formal dalam struktur pemerintahan, sehingga pembangunan daerah dapat berjalan dengan prinsip penghormatan terhadap budaya dan adat istiadat setempat.

Rangkuman

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, melalui inisiatif bentuk staf khusus adat, wali kota libatkan para Ondoafi, berupaya memperkuat posisi masyarakat adat dalam pembangunan daerah. Dengan melibatkan Ondoafi dari 10 kampung adat sebagai perwakilan dalam staf khusus, pemerintah ingin menjadikan kearifan lokal sebagai fondasi penting dalam pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Port Numbay. Pendekatan ini diharapkan dapat menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat adat sehingga tercipta sinergi yang harmonis dan terjaga nilai budaya asli Papua.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.