Media Kampung – Pemerintah Kota Tanjungpinang menggelar Operasi Pasar Murah pada akhir Mei 2026 menjelang Idul Adha, dengan tujuan menstabilkan harga pangan dan meringankan beban rumah tangga.
Kegiatan berpusat di Halaman Gedung Tengku Mandak Bincen, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, dan dibuka pada 24 Mei 2026, menjelang hari raya ke-1447 Hijriah.
Wakil Wali Kota Raja Ariza menegaskan bahwa operasi pasar ini penting untuk menahan potensi lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan masyarakat.
Menurutnya, dalam teori ekonomi, kenaikan permintaan tanpa penambahan pasokan biasanya mendorong inflasi harga, terutama pada komoditas pokok.
Operasi pasar ditujukan bagi warga berpenghasilan rendah, pedagang kecil, serta keluarga yang mengandalkan belanja harian untuk kebutuhan dasar.
Berbagai komoditas pokok seperti beras Bulog, minyak goreng, dan gula pasir dipajang dengan harga bersaing, menarik perhatian pembeli yang datang berbondong-bondong.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Riany menyebutkan beras SPHP ukuran 5 kg dijual Rp58.000, minyak goreng 1 liter Rp15.000, dan gula pasir 1 kg Rp14.000.
Harga tersebut jauh di bawah kisaran pasar, di mana gula pasir biasanya mencapai Rp18.000 per kilogram, sehingga memberikan selisih signifikan bagi konsumen.
Stok minyak goreng terbatas, namun pihak kota tetap mengoptimalkan distribusi agar tidak terjadi kekosongan di rak pasar.
Raja Ariza mengakui keterbatasan pasokan minyak, namun menegaskan komitmen untuk terus mengupayakan suplai yang cukup melalui kerja sama dengan distributor.
Warga yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi, banyak yang berfoto dan mengungkapkan rasa lega karena dapat berbelanja dengan harga terjangkau.
Langkah serupa juga diikuti oleh daerah lain; misalnya Senator Darmansyah Husein menyoroti peran Bulog di Belitung untuk menjaga stabilitas harga beras di tengah gejolak ekonomi global.
Pengalaman Tanjungpinang diharapkan menjadi contoh bagi kota lain dalam menyiapkan kebijakan pro‑rakyat menjelang hari raya.
Pemerintah kota berjanji akan melanjutkan operasi pasar pada periode Idul Fitri mendatang, memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga.
Dengan dukungan Dinas terkait dan partisipasi aktif warga, diharapkan harga pangan tetap stabil hingga akhir tahun 2026.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan