Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Ponorogo menghadapi tantangan jelang perayaan Iduladha tahun ini karena jumlah juru sembelih halal (juleha) bersertifikat yang tersedia masih jauh dari kebutuhan ribuan masjid dan musala di wilayah tersebut.

Kementerian Agama Ponorogo mencatat bahwa ketersediaan juleha bersertifikat belum mampu memenuhi permintaan yang meningkat selama momen Iduladha, saat ribuan hewan kurban disembelih secara serentak. Hal ini dikhawatirkan akan mempengaruhi pelaksanaan ibadah kurban yang sesuai dengan ketentuan syariat dan standar kesehatan.

Data resmi dari Kemenag Ponorogo menunjukkan bahwa jumlah juleha yang sudah mengikuti pelatihan dan memiliki sertifikat resmi masih sangat terbatas jika dibandingkan dengan kebutuhan di berbagai tempat ibadah di daerah tersebut. Sertifikasi ini dianggap penting untuk menjamin kehalalan dan kebersihan proses penyembelihan hewan kurban.

Kondisi ini memicu upaya pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait untuk meningkatkan pelatihan dan sertifikasi juleha agar dapat menyediakan tenaga yang cukup dan kompeten. Namun, waktu yang tersisa menjelang Iduladha cukup singkat sehingga penambahan jumlah juleha bersertifikat belum signifikan.

Kemenag Ponorogo mengimbau masyarakat dan pengurus masjid maupun musala untuk dapat bekerja sama dalam memanfaatkan juleha bersertifikat yang ada secara optimal. Selain itu, pelaksanaan penyembelihan juga harus tetap mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran penyakit.

Situasi ini menjadi perhatian utama mengingat pentingnya proses penyembelihan yang halal dan higienis dalam rangka menjalankan amanah ibadah kurban secara baik. Pemerintah daerah terus memantau kondisi ini dan berencana mengintensifkan pelatihan juleha bersertifikat pada periode berikutnya agar mampu memenuhi kebutuhan di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.