Media Kampung – Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Madiun Kota, Catur Surya Dharma Suryana, memberikan penjelasan resmi terkait seringnya pemadaman listrik yang dikeluhkan warga Madiun dan sekitarnya. Dalam wawancara dengan RRI Madiun, Catur menegaskan bahwa pemadaman yang terjadi bukanlah pemadaman bergilir, melainkan bagian dari manajemen beban yang dilakukan PLN untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan.

Penyebab Manajemen Beban

Menurut Catur, manajemen beban dilakukan karena adanya kendala operasional di sistem pembangkitan yang menyebabkan suplai listrik ke Jawa Timur berkurang. “Untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman yang lebih meluas, PLN melaksanakan manajemen beban secara terbatas di beberapa lokasi. Hal ini dilakukan agar kondisi sistem tetap stabil dan tidak menyebabkan padam yang lebih luas lagi,” jelasnya.

Kriteria Lokasi Terdampak

PLN tidak memilih-milih wilayah berdasarkan keuntungan atau kerugian. Pemilihan lokasi dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis dan operasional, seperti karakteristik pasokan listrik, sumber, dan jenis pelanggan. Namun, PLN memprioritaskan lokasi yang bersinggungan dengan pelayanan publik, seperti rumah sakit dan pusat pemerintahan, untuk tidak terkena manajemen beban.

Durasi dan Jadwal Tidak Pasti

Catur menjelaskan bahwa durasi pemadaman di suatu lokasi tidak dapat dipastikan karena bergantung pada evaluasi sistem. “Estimasi waktu yang kami sampaikan ke pelanggan adalah hasil perhitungan sistem. Ketika kondisi sistem sudah stabil, penyalaan bisa dilakukan lebih awal,” ujarnya. PLN juga belum bisa memastikan kapan manajemen beban akan berakhir, karena tergantung pada pemulihan sistem pembangkitan.

Kompensasi bagi Pelanggan

Mengenai kompensasi, Catur menyatakan bahwa PLN masih fokus pada pemulihan stabilitas sistem. Namun, kompensasi diatur dalam Standar Tingkat Mutu Pelayanan (TMP). Jika setelah evaluasi ditemukan pelanggan berhak mendapat kompensasi, maka akan diberikan sesuai mekanisme yang berlaku.

PLN UP3 Madiun melayani tujuh unit layanan pelanggan yang mencakup Kota dan Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, serta Kabupaten Ngawi. Masyarakat diimbau untuk bersabar dan berdoa agar kendala di sistem pembangkitan segera teratasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.