Media Kampung – Puluhan Warga Jember Datangi Kodim 0824 pada 29 Mei 2026 untuk menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Desa Silo, Kecamatan Silo. Kunjungan yang dipimpin oleh Sekretaris Desa Silo, Lukman, menegaskan bahwa aspirasi masyarakat setempat berfokus pada peningkatan keamanan dan peluang ekonomi, sekaligus menepis beredarnya informasi penolakan di media sosial.

Latar Belakang Kontroversi

Beberapa minggu sebelum pertemuan, beredar rumor bahwa keberadaan Yon TP akan berhubungan dengan proyek tambang emas yang dapat merusak lingkungan dan menimbulkan konflik kepentingan. Media sosial dipenuhi komentar negatif yang menuduh militer terlibat dalam eksploitasi sumber daya alam tanpa melibatkan masyarakat. Pemerintah daerah dan Kodim 0824 kemudian mengundang perwakilan warga untuk memberikan klarifikasi secara langsung.

Kunjungan dan Pernyataan Warga

Rombongan sekitar 20 orang, termasuk tokoh adat, pemuda, dan petani, disambut hangat oleh Dandim 0824 Jember, Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada, di Markas Kodim. Dalam sesi tanya‑jawab, Kasi Kesra Desa Silo, Aang Gunaefi, menegaskan bahwa “kebutuhan utama warga adalah rasa aman dan peluang kerja yang berkelanjutan. Kehadiran Yon TP dirancang khusus untuk pembangunan, tidak ada kaitannya dengan tambang emas.”

Selanjutnya, warga menandatangani surat pernyataan dukungan bersama dan merekam video testimoni yang menyoroti harapan mereka:

  • Meningkatnya keamanan di wilayah yang selama ini rawan konflik agraria.
  • Penciptaan lapangan kerja bagi penduduk muda melalui proyek infrastruktur.
  • Peningkatan layanan publik, termasuk kesehatan dan pendidikan, yang didukung oleh anggaran militer.

Respon Kodim 0824

Letkol Inf Rifqi menanggapi dengan tegas bahwa Kodim 0824 terbuka menerima aspirasi masyarakat dan akan meneruskannya ke komando atas. Ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan serta menghindari pengaruh isu provokatif yang dapat memecah belah. “Kehadiran Yon TP dirancang berjalan beriringan dengan kesejahteraan warga,” ujarnya. Dandim juga menjanjikan bahwa setiap langkah pembangunan akan melibatkan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jember dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk memastikan dampak sosial‑ekonomi yang positif.

Harapan dan Langkah Kedepan

Para warga berharap bahwa kehadiran Yon TP tidak hanya menjadi simbol militer, melainkan menjadi motor penggerak pembangunan berkelanjutan. Mereka mengusulkan beberapa program konkret, antara lain:

  1. Pembentukan pos keamanan bersama antara militer dan aparat desa untuk mempercepat penanggulangan kejahatan.
  2. Penyediaan pelatihan keterampilan bagi pemuda dalam bidang konstruksi, pertanian modern, dan teknologi informasi.
  3. Pembangunan infrastruktur jalan desa yang menghubungkan Silo dengan pasar utama di Jember.

Jika rekomendasi ini diimplementasikan, diyakini akan meningkatkan kualitas hidup serta menurunkan tingkat pengangguran di wilayah tersebut.

Kesimpulan

Dengan Puluhan Warga Jember Datangi Kodim 0824, dialog terbuka antara masyarakat dan militer menjadi contoh positif dalam mengatasi misinformasi dan memperkuat sinergi pembangunan. Dukungan yang diberikan oleh warga Desa Silo menegaskan bahwa proyek Batalyon Teritorial Pembangunan memiliki potensi besar untuk meningkatkan keamanan, membuka peluang ekonomi, dan menumbuhkan rasa kebersamaan di antara semua pihak.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.