Media Kampung – Komunitas Resik mengajak warga Jember untuk merayakan Idul Adha dengan cara yang ramah lingkungan melalui pengelolaan sampah yang lebih baik dan penggunaan bahan pembungkus alami. Inisiatif ini bertujuan mengurangi dampak sampah plastik yang selama ini kerap muncul saat perayaan kurban berlangsung.

Dalam sebuah diskusi yang digelar oleh program Jaga Malam Pro 2 RRI Jember pada Senin, 25 Mei 2026, founder komunitas Resik, Andi Nugroho, bersama rekannya Iqbal, Faisal, dan Hendra membahas kondisi nyata di lapangan terkait permasalahan sampah saat Idul Adha. Mereka menyoroti bahwa persoalan ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan juga berkaitan dengan pola pikir masyarakat yang harus berubah agar lingkungan tidak terbebani sampah di masa depan.

Andi menegaskan bahwa komunitas Resik tidak hanya aktif di dunia maya, melainkan berfokus pada aksi nyata dengan memberikan edukasi dan melakukan kegiatan bersih-bersih di berbagai wilayah Kabupaten Jember. Menurutnya, gerakan ini harus langsung dirasakan manfaatnya di lapangan agar kesadaran masyarakat meningkat.

Salah satu solusi yang diusung komunitas Resik adalah mengajak masyarakat mengganti penggunaan plastik sekali pakai dengan bahan pembungkus tradisional seperti besek bambu, daun jati, atau daun pisang saat pembagian daging kurban. Selain lebih ramah lingkungan, bahan-bahan tersebut juga memiliki sirkulasi udara yang baik sehingga daging tetap terjaga kebersihannya dan higienis.

Selain masalah sampah plastik, komunitas ini juga mengingatkan kebiasaan jamaah yang kerap meninggalkan alas salat berbahan koran bekas di area salat Idul Adha. Mereka mendorong agar jamaah membawa pulang alas salat atau menggunakan sajadah pribadi demi menjaga kebersihan tempat umum.

Faisal, anggota komunitas Resik, mengingatkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab spiritual. “Kebersihan adalah sebagian dari iman. Jadi, menjaga lingkungan harus dimulai dari diri sendiri dan kebiasaan kecil di rumah,” ujarnya menegaskan pentingnya peran individu dalam menjaga kebersihan.

Gerakan yang diinisiasi komunitas Resik ini memberikan perspektif baru dalam merayakan Idul Adha yang tidak hanya berfokus pada aspek spiritual dan sosial, tetapi juga pada kesadaran lingkungan. Dengan langkah sederhana seperti menggunakan pembungkus alami dan membawa perlengkapan pribadi, diharapkan sampah yang dihasilkan dapat diminimalkan secara signifikan.

Upaya komunitas Resik menjadi contoh nyata bahwa perayaan hari besar keagamaan dapat berjalan harmonis dengan pelestarian lingkungan. Edukasi dan aksi langsung yang mereka lakukan di Jember membuka peluang bagi masyarakat untuk lebih peduli dan bertanggung jawab dalam mengelola sampah.

Dengan semangat kolaborasi dan sinergi, komunitas Resik terus mengajak semua pihak untuk turut serta menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih baik. Inisiatif ini memberikan harapan baru bahwa perayaan Idul Adha dapat menjadi momentum tidak hanya berbagi berkah, tetapi juga menjaga bumi dari beban sampah yang tidak perlu.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.