Media Kampung – Menyambut Iduladha 2026, Komunitas Resik di Kabupaten Jember menginisiasi gerakan “Iduladha Minim Sampah” sebagai upaya mengurangi lonjakan volume sampah yang biasanya terjadi saat perayaan hari raya. Gerakan ini fokus mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda, agar lebih peduli terhadap dampak ekologis dari aktivitas keagamaan.
Andi Nugroho, Pembina sekaligus Founder Komunitas Resik yang berdiri sejak Januari 2026, menjelaskan gerakan ini melibatkan berbagai elemen anak muda seperti Duta Genre, Green Movement, Gus dan Ning, serta pengurus OSIS dari berbagai sekolah. Tujuannya adalah mendorong anak muda melakukan aksi nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan, bukan hanya sekadar wacana.
Dalam program Jaga Malam di Studio Pro 2 RRI Jember pada Senin (26/5/2026), Andi menyampaikan bahwa pengelolaan sampah dalam perayaan Iduladha bukan hanya soal membuang sampah pada tempatnya, melainkan juga tanggung jawab menjaga alam. Komunitas Resik juga menyoroti potensi peningkatan sampah plastik, terutama saat proses penyembelihan hewan kurban.
Hendra Prestiawan, anggota Komunitas Resik sekaligus Humas Balai Taman Nasional Meru Betiri, mengungkapkan bahwa timbulan sampah nasional pada momen Iduladha mencapai ratusan ton. Pada periode 2024-2025, diperkirakan ada sekitar 608 ton sampah dan penggunaan lebih dari 122 juta lembar plastik untuk distribusi daging kurban di Indonesia.
Hendra mengingatkan bahaya sampah plastik terhadap ekosistem perairan, termasuk dampak mikroplastik terhadap biota sungai yang tercemar sampah rumah tangga dan plastik sekali pakai. Untuk mengurangi hal tersebut, anggota Komunitas Resik lainnya, Faisal Hidayat dan Iqbaleka, mengajak masyarakat memakai alternatif ramah lingkungan seperti membawa wadah sendiri atau menggunakan besek bambu dan daun jati sebagai pembungkus pengganti plastik.
Selain itu, panitia kurban diimbau mengelola limbah darah dan kotoran hewan dengan benar dan tidak membuangnya ke sungai. Komunitas Resik berharap gerakan “Iduladha Minim Sampah” ini menjadi langkah berkelanjutan untuk membangun kebiasaan peduli lingkungan di masyarakat Jember dan sekitarnya, dimulai dari lingkungan rumah masing-masing.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan