Media Kampung – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso berupaya mengaktifkan kembali Sistem Resi Gudang (SRG) di Kecamatan Sumberwringin sebagai bagian dari revitalisasi aset milik pemerintah daerah yang dibangun pada periode 2014-2016. Langkah ini menjadi fokus utama untuk meningkatkan fungsi dan manfaat resi gudang di wilayah tersebut.

Kepala Diskoperindag Bondowoso, Hergiar Yuli Pramanto, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) di Kementerian Perdagangan guna mendukung pengoperasian kembali sistem tersebut. Namun, kondisi fisik bangunan saat ini memerlukan perbaikan serius sebelum dapat difungsikan kembali secara optimal.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Diskoperindag berencana mengusulkan anggaran perbaikan yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp2 miliar. Jika dalam tahap awal bisa mendapatkan alokasi sekitar Rp1 miliar, hal tersebut sudah cukup membantu untuk menangani kerusakan yang paling mendesak. Namun, karena keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi, pemerintah daerah merencanakan perbaikan secara bertahap mulai tahun 2027.

Selain fokus pada pembenahan fisik, penguatan kelembagaan pengelola sistem resi gudang juga dipandang vital agar operasional SRG berjalan efektif. Diskoperindag membuka kemungkinan bekerja sama dengan institusi yang memiliki kapasitas dan pengalaman dalam pengelolaan sistem resi gudang agar fungsi tersebut dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Tidak hanya sebagai tempat penyimpanan dan penjaminan hasil pertanian, lokasi resi gudang di Sumberwringin juga akan dikembangkan menjadi pusat pengolahan kopi. Pemerintah berencana menempatkan berbagai peralatan pengolahan kopi, mulai dari mesin roasting hingga alat penyajian kopi, guna mendukung petani dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) kopi di Bondowoso.

Dengan adanya fasilitas tersebut, petani dan pelaku UMKM tidak hanya dapat menjual kopi dalam bentuk mentah, melainkan juga mengolahnya dari cherry menjadi green bean, roasted bean, hingga bubuk kopi. Upaya ini diharapkan meningkatkan nilai tambah produk kopi lokal dan memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat setempat.

Hergiar menegaskan bahwa revitalisasi Sistem Resi Gudang Sumberwringin merupakan pekerjaan rumah yang penting bagi pemerintah daerah untuk mendukung sektor pertanian dan UMKM di Bondowoso. Meski tantangan anggaran masih menjadi kendala, rencana perbaikan bertahap diharapkan dapat merealisasikan fungsi resi gudang sekaligus mengembangkan pusat pengolahan kopi yang berdaya guna.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.