Media Kampung – Usulan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Blitar tercatat 969 rumah, namun hanya 90 titik yang akan menerima bantuan baru pada tahun 2026.
Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Blitar, Kusno, menegaskan bahwa data Program Seruni saat ini berjumlah 969 RTLH, ia berkata, “Yang masuk data Program Seruni saat ini ada 969 RTLH,” pada Selasa (5/5).
Ribuan rumah tersebut masih harus melewati proses verifikasi lapangan sebelum ditetapkan sebagai penerima bantuan resmi.
Alokasi anggaran APBD Kota Blitar untuk tahun depan memperkirakan bantuan hanya dapat diberikan kepada 90 rumah terpilih.
Rincian alokasi mencakup 76 rumah untuk peningkatan kualitas, enam rumah untuk pembangunan baru secara swadaya, dan delapan rumah untuk instalasi listrik.
Setiap calon penerima akan diverifikasi kembali sesuai dengan persyaratan dan kondisi nyata di lokasi.
Bantuan akan dibagi menjadi tiga kategori kerja: ringan, sedang, dan berat, setelah petugas menghitung kebutuhan material serta biaya pengerjaan.
Karena sifatnya sebagai stimulan, pemerintah mengharapkan penerima tetap melakukan kontribusi swadaya selama proses perbaikan atau pembangunan.
Kusno menambahkan, “Karena sifatnya bantuan stimulan, biasanya ada tambahan swadaya dari penerima maupun lingkungan sekitar,” menegaskan pentingnya partisipasi lokal.
Program Seruni merupakan inisiatif pemerintah daerah untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni melalui bantuan material dan finansial.
Jumlah RTLH yang tinggi mencerminkan tantangan perumahan di Blitar, di mana banyak rumah masih belum memenuhi standar kelayakan.
Pemerintah kota berupaya menurunkan angka tersebut dengan menargetkan perbaikan secara bertahap melalui alokasi dana tahunan.
Target bantuan tahun 2026 diharapkan dapat memperbaiki kondisi hidup ribuan warga yang tinggal di rumah tidak layak.
Proses verifikasi menjadi kunci utama, karena hanya rumah yang memenuhi kriteria teknis yang akan mendapatkan dana.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk melanjutkan verifikasi hingga seluruh rumah terdaftar terjangkau oleh program.
Meski angka 90 terbilang kecil dibanding total 969 rumah, alokasi ini menjadi langkah awal dalam skala yang dapat dikelola.
Penerima bantuan diharapkan melengkapi kontribusi pribadi serta dukungan lingkungan untuk menyukseskan proyek.
Hingga kini, verifikasi masih berlangsung, dan daftar akhir penerima akan diumumkan setelah proses selesai.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan