Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Bondowoso memulai secara resmi rangkaian kegiatan Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 dengan menggelar Pengembangan Kapasitas Usaha Akbar sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.
Acara ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pelaku UMKM, perempuan produktif, hingga pelaku usaha ultra mikro. Program ini ditujukan untuk memperluas wawasan masyarakat mengenai pengelolaan keuangan dan akses pembiayaan yang aman serta berkelanjutan guna mendukung keberlangsungan usaha masyarakat.
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menekankan bahwa literasi keuangan kini menjadi fondasi utama dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga dan usaha masyarakat. Ia menyatakan, “Pengetahuan tentang keuangan bukan hanya soal mengelola uang, tetapi bagaimana membangun kemandirian, memperkuat ekonomi keluarga, dan menjaga keberlanjutan usaha masyarakat.”
Abdul Hamid menambahkan bahwa perkembangan tantangan ekonomi mengharuskan masyarakat untuk lebih cerdas dalam mengelola usaha serta memanfaatkan layanan keuangan formal. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat program pemberdayaan UMKM, petani, pedagang kecil, dan sektor ekonomi produktif lainnya agar dapat tumbuh secara mandiri.
Akses terhadap layanan keuangan yang mudah, aman, dan terjangkau menjadi kebutuhan utama yang harus dipenuhi. Sinergi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) menjadi langkah nyata untuk mempercepat inklusi keuangan di Bondowoso.
Bupati Abdul Hamid menyatakan, “Kami ingin masyarakat tidak hanya memiliki usaha, tetapi juga mampu mengelolanya dengan baik, memahami pembiayaan, dan berkembang secara berkelanjutan.” Dalam kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha Akbar, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan usaha, strategi pengembangan bisnis, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung usaha yang lebih modern.
Pemerintah berharap pelatihan ini mampu menghasilkan pelaku usaha yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di pasar yang semakin dinamis. Bondowoso sendiri memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, mulai dari sektor pertanian, kopi, perdagangan, hingga ekonomi kreatif yang dapat berkembang optimal dengan dukungan literasi keuangan dan manajemen usaha yang baik.
Pemkab Bondowoso juga mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh OJK Jember, PT PNM, serta seluruh pihak pendukung pelaksanaan kegiatan ini. Penguatan peran TPAKD dan program GENCARKAN dianggap sebagai bagian penting dalam membangun ekonomi daerah yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Melalui Bulan Literasi Keuangan 2026, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap dapat menumbuhkan semangat baru di kalangan masyarakat untuk lebih aktif mengembangkan usaha dan mengelola keuangan secara bijak. Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan komitmen pemerintah daerah agar kegiatan ini menjadi gerakan bersama menuju masyarakat Bondowoso yang lebih maju, produktif, mandiri, dan sejahtera.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan