Media Kampung – DEPOK — Lagu viral “Mas Bahlil Ganteng” yang ramai di media sosial ternyata membawa dampak berbeda terhadap persepsi publik. Survei terbaru dari Citra Institute menunjukkan sentimen positif terhadap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia justru menurun, sementara citra Partai Golkar justru meningkat signifikan.
Survei bertajuk “Bedah Hasil Riset Digital Analysist Public Sentiment Report” itu membandingkan sentimen publik sebelum dan sesudah lagu tersebut viral. Pengamatan dilakukan selama periode 1 Mei hingga 15 Juni 2026.
Sentimen Bahlil Turun karena Isu BBM
Direktur Eksekutif Citra Institute, Yusak Farchan, mengungkapkan bahwa sentimen positif terhadap Bahlil sebelum lagu viral mencapai 75 persen. Namun setelah lagu ramai diperbincangkan, angkanya turun menjadi 70 persen.
“Tercatat sentimen positif Bahlil sebelum lagu viral mencapai 75 persen. Setelah viral, angkanya turun menjadi 70 persen,” kata Yusak dalam keterangan pers di Depok, Jawa Barat, Kamis, 2 Juli 2026.
Menurut Yusak, penurunan sentimen itu lebih dipengaruhi oleh isu kenaikan harga BBM Pertamax ketimbang keberadaan lagu viral. Ia menilai persepsi publik dipengaruhi banyak isu secara bersamaan.
“Penurunan karena faktor Pertamax naik dan masih dalam batas toleransi,” ucap Yusak.
Citra Golkar Justru Naik Tajam
Fenomena berbeda terjadi pada Partai Golkar. Sentimen positif terhadap partai berlambang pohon beringin itu justru melonjak setelah lagu “Mas Bahlil Ganteng” viral.
Sebelum lagu viral, sentimen positif terhadap Golkar tercatat 57 persen. Setelah viral, angkanya melesat menjadi 78 persen. Artinya, terdapat peningkatan sebesar 21 poin persentase.
“Sentimen positif terhadap Partai Golkar naik cukup signifikan,” ujar Yusak.
Ia menyebut konten viral dapat memberikan dampak yang berbeda pada individu dan institusi. Dalam kasus ini, figur Bahlil yang disebut langsung dalam lagu justru mengalami sedikit penurunan sentimen, sementara institusi partai yang menaunginya menuai sentimen positif.
Temuan ini menunjukkan bahwa konten media sosial mampu memengaruhi perhatian publik. Namun, persepsi masyarakat tetap dipengaruhi oleh isu-isu lain yang berkembang secara bersamaan, seperti kebijakan harga BBM.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.






















Tinggalkan Balasan