Media Kampung – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan kontrak impor minyak mentah dari Rusia telah resmi ditandatangani. Namun, yang menarik perhatian adalah pelaksana impor kali ini bukanlah Pertamina seperti biasanya, melainkan Badan Layanan Umum (BLU) Lemigas Kementerian ESDM.
Bahlil menyatakan kontrak tersebut diteken oleh Lemigas. Kewenangan impor minyak oleh Lemigas didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026 tentang Pengadaan Minyak Bumi, BBM, dan/atau LPG untuk Ketahanan Energi Nasional. Regulasi ini membuka peluang bagi BLU seperti Lemigas untuk turut serta dalam pengadaan minyak, tidak hanya BUMN sektor energi.
Kesepakatan impor ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada 13 April 2026. Kerja sama dilakukan melalui skema Government to Government (G2G) dan Business to Business (B2B). Selain impor minyak, kerja sama juga mencakup pengembangan kilang dan peningkatan pemanfaatan teknologi energi.
Bahlil belum merinci volume pasti impor, namun menyebut potensi pengembangan lebih besar ke depan. Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergey Tolchenov mengakui bahwa pemerintah Indonesia belum mengajukan permintaan spesifik terkait jenis, jumlah, pelabuhan tujuan, dan mekanisme pembayaran. Ia menilai hal tersebut merupakan aspek teknis yang perlu dibahas dalam kontrak.
Langkah impor dari Rusia ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional, di tengah target produksi minyak bumi yang masih belum tercapai. Data SKK Migas per Mei 2026 menunjukkan realisasi produksi minyak nasional baru mencapai 576.200 barel per hari, masih di bawah target APBN 2026 sebesar 610.000 barel per hari. Gangguan operasional di sejumlah lapangan utama, seperti kebocoran pipa gas TGI dan masalah kelistrikan di Pertamina Hulu Rokan, turut menekan produksi.
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong program B50 yang mulai berlaku 1 Juli 2026, sebagai upaya mengurangi ketergantungan impor BBM. Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman telah meninjau langsung stok BBM di Terminal Plumpang untuk memastikan pasokan aman.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan