Media Kampung – Politikus Ferdinand Hutahaean kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya mengenai alat pelacak di mobil Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM 2025, memicu kontroversi. Dalam pernyataannya, Ferdinand menuding Tiyo sebagai pengidap Narcissistic Personality Disorder (NPD) sejati dan diduga keceplosan mengungkap cara pemerintah melacak pihak yang tidak disukai.

Ferdinand menilai tuduhan Tiyo terkait penemuan alat pelacak di mobilnya tidak mendasar. Ia memastikan bahwa pelaku pemasangan alat tersebut bukan berasal dari kalangan pemerintah. Menurut Ferdinand, pemerintah memiliki metode pelacakan sendiri yang tidak menggunakan alat pelacak konvensional seperti yang ditemukan di mobil Tiyo.

Pernyataan tersebut disampaikan Ferdinand di tengah hebohnya pemberitaan tentang penemuan alat pelacak di mobil yang digunakan Tiyo Ardianto. Tiyo sebelumnya mengaku menemukan perangkat tersebut dan menduga ada keterlibatan pihak tertentu. Namun, Ferdinand justru meragukan klaim Tiyo dan mempertanyakan status kepemilikan mobil yang dipamerkan Tiyo.

Ferdinand menantang Tiyo untuk menjelaskan secara transparan asal-usul mobil tersebut, apakah sewa, milik sendiri, atau pemberian orang lain. Ia menduga misteri alat pelacak itu berkaitan erat dengan riwayat kepemilikan kendaraan. Ferdinand pun menyarankan Tiyo untuk menanyakan langsung kepada pemilik asli mobil terkait alat pelacak tersebut, alih-alih membuat spekulasi liar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Tiyo Ardianto maupun pihak terkait lainnya. Peristiwa ini menjadi perbincangan hangat di media sosial dan publik, terutama terkait dugaan keceplosan Ferdinand tentang metode pelacakan pemerintah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.