Media Kampung – Komisi V DPR melakukan peninjauan terhadap sistem navigasi udara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) untuk menyelidiki gangguan sinyal GPS yang terjadi berulang kali. Kegiatan ini diadakan untuk memastikan keselamatan penerbangan, terutama di tengah ancaman teknologi navigasi yang berpotensi merugikan.
Saadiah Uluputty, salah satu anggota Komisi V DPR, menyatakan bahwa kunjungan kerja ini sangat penting untuk menilai kesiapan sistem navigasi udara nasional. Peninjauan ini berfokus pada laporan gangguan sinyal GPS yang terjadi antara April hingga awal Mei 2026, yang telah berdampak pada puluhan penerbangan di Indonesia.
AirNav diharapkan dapat mengantisipasi potensi gangguan dengan langkah-langkah proaktif, termasuk penguatan sistem navigasi non-GPS dan peningkatan prosedur keselamatan bagi pilot. Legislator dari partai PKS ini menegaskan bahwa penguatan sistem navigasi udara adalah kebutuhan mendesak, mengingat kompleksitas tantangan yang dihadapi dalam dunia penerbangan saat ini.
Saadiah juga meminta agar ada koordinasi lintas sektor untuk memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan, baik yang bersifat teknis maupun indikasi kesengajaan. Ia menambahkan, keselamatan penerbangan merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar.
Sementara itu, Direktur Utama AirNav Indonesia, Avirianto Suratno, menyatakan bahwa pihaknya telah siap menangani dan mengantisipasi gangguan sinyal GPS, yang dikenal dalam dunia penerbangan internasional sebagai GNSS RFI (radio frequency interference). Hal ini dilakukan melalui penerapan prosedur standar yang komprehensif.
Avirianto juga merekomendasikan agar infrastruktur navigasi teresterial dijaga sebagai lapisan tambahan yang melengkapi sistem GNSS. Ia mengungkapkan bahwa AirNav Indonesia telah mengoperasikan jaringan navigasi teresterial yang lengkap, termasuk Very High Frequency Omnidirectional Range (VOR) yang dapat memancarkan sinyal radio hingga 200 Nautical Miles.
Kunjungan Komisi V DPR diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai potensi masalah yang ada dan memberikan solusi yang tepat untuk meningkatkan keselamatan penerbangan di Indonesia. Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan gangguan sinyal GPS di Bandara Soetta dapat segera teratasi dan keselamatan penerbangan dapat terjaga dengan baik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan