Media Kampung, JakartaIsmi Ulfaida, siswi berusia 16 tahun dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 22 Polewali Mandar, Sulawesi Barat, berhasil mencetak sejarah sebagai siswa pertama dari Sekolah Rakyat yang lolos menjadi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2026. Ia mewakili Provinsi Sulawesi Barat dalam rangkaian seleksi Paskibraka yang digelar oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Keberhasilan Ismi menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat di daerahnya. Ismi merupakan anak ketiga dari pasangan Rahman dan Suburia yang berasal dari Desa Bonra, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar. Meski berasal dari keluarga buruh tani dengan kondisi tempat tinggal sederhana, Ismi mampu mengukir prestasi gemilang melalui kerja keras dan dukungan penuh dari sekolahnya.

Baca juga:

Perjalanan Ismi Menuju Paskibraka Nasional

Ismi mulai mengenal dunia baris-berbaris melalui ekstrakurikuler Pramuka di Sekolah Rakyat. Ia tidak pernah terlibat dalam pasukan pengibar bendera saat SMP, namun motivasinya tumbuh setelah melihat sosok Bianca Alessia Christabella Lantang, pembawa baki Paskibraka Nasional 2025 asal Sulawesi Utara, melalui media sosial.

Proses seleksi Paskibraka yang diikuti Ismi berlangsung ketat, dimulai dari tingkat kota/kabupaten, provinsi, hingga nasional. Setiap tahap terdiri dari verifikasi administrasi, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), tes kesamaptaan, pelatihan baris-berbaris, psikotes, serta tes kepribadian dan minat bakat. Dari 119.441 pendaftar, Ismi berhasil menembus seleksi hingga tingkat nasional.

Dukungan Sekolah dan Keluarga

Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar memberikan dukungan penuh kepada Ismi, mulai dari pendaftaran seleksi hingga pembinaan wawasan kebangsaan, intelegensia umum, kesenian, dan latihan baris-berbaris secara rutin. Dukungan ini menjadi modal penting bagi Ismi dalam menghadapi seleksi.

Baca juga:

Meski tinggal bersama keluarga dalam rumah semi permanen berukuran 74 meter persegi, Ismi mengaku bangga bisa mewakili Sulawesi Barat di tingkat nasional. Ia juga menyampaikan rasa rindu kepada orang tuanya selama masa karantina dan pelatihan di Jakarta, yang dimulai sejak 14 Juli 2026. Latihan yang disiplin dan terstruktur membuatnya mampu menjalani proses tersebut dengan baik.

Harapan dan Pesan untuk Generasi Muda

Ismi berharap bisa menjadi anggota resmi Paskibraka pada peringatan HUT RI ke-81 di Istana Negara pada 17 Agustus 2026 mendatang. Ia berjanji akan berusaha sebaik mungkin untuk membanggakan keluarga, sekolah, dan semua pihak yang telah mendukungnya.

Meski menjadi satu-satunya siswa Sekolah Rakyat yang lolos seleksi tingkat nasional tahun ini, Ismi tetap rendah hati dan mengajak semua anak untuk tidak menyerah dalam menggapai mimpi. “Untuk teman-teman di luar sana, tetap semangat ya. Jangan putus asa, jangan mudah menyerah,” ujarnya.

Baca juga:

Apresiasi dari BPIP dan Kementerian Sosial

Wakil Kepala BPIP, Rima Agristina, memberikan apresiasi kepada Sekolah Rakyat yang telah membuka kesempatan bagi anak-anak untuk berpartisipasi dalam Program Paskibraka. Dari 170 siswa Sekolah Rakyat yang mendaftar, 48 berhasil lolos tingkat kota/kabupaten, dua orang di tingkat provinsi, dan Ismi menjadi satu-satunya yang lolos di tingkat nasional.

Keberhasilan ini menunjukkan peran penting Sekolah Rakyat dalam memberikan pendidikan dan pembinaan karakter yang mendukung prestasi anak-anak dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi.