Media Kampung, Denpasar – Pemerintah pusat telah menambah alokasi untuk program revitalisasi sekolah di Kota Denpasar yang akan dilaksanakan pada tahun 2026. Sebanyak 26 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan akan menerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp18,891 miliar. Ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2025 yang hanya mencakup sembilan sekolah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti, yang didampingi Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan informasi ini saat meninjau proyek revitalisasi di SD Negeri 15 Dangin Puri, Desa Dangin Puri Kelod. Abdul Muti menegaskan bahwa peningkatan program revitalisasi di Denpasar merupakan bagian dari kenaikan alokasi revitalisasi satuan pendidikan di Bali secara keseluruhan.

Pada tahun 2026, sebanyak 401 sekolah di seluruh jenjang pendidikan di Bali akan mendapatkan bantuan dengan total anggaran Rp272,66 miliar, meningkat dibanding tahun 2025 yang mencakup 188 satuan pendidikan dengan anggaran Rp156,961 miliar. Program revitalisasi ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, tetapi juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja.

Di Bali, sebanyak 2.649 tenaga kerja terserap melalui program revitalisasi pada tahun 2025, yang meningkat menjadi 5.580 tenaga kerja pada tahun 2026. Abdul Muti menjelaskan bahwa revitalisasi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu satuan pendidikan, tetapi juga terhadap penyerapan tenaga kerja di daerah.

Pembangunan dan perbaikan sekolah akan dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas, terutama untuk satuan pendidikan yang mengalami kerusakan berat. Pemerintah menargetkan seluruh sekolah di Indonesia dapat diperbaiki secara bertahap hingga akhir tahun 2028.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengungkapkan bahwa Pemkot Denpasar telah menyampaikan berbagai dokumen yang diperlukan terkait program revitalisasi kepada pemerintah pusat. Khusus untuk SD Negeri 15 Dangin Puri, bantuan revitalisasi yang diterima mencapai sekitar Rp478 juta, digunakan untuk memperbaiki empat ruang kelas, menata halaman, dan membenahi fasilitas kamar mandi.

Jaya Negara juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat atas perhatian yang diberikan dalam meningkatkan sarana pendidikan di Kota Denpasar. “Ini sangat membantu kami di Kota Denpasar, terutama dengan total anggaran hampir Rp80 miliar untuk tahun 2026, yang menunjukkan peningkatan signifikan,” ujarnya.