Media Kampung, Sumenep – Kebakaran yang terjadi pada KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Minggu (28/8/2026) meninggalkan pengalaman menegangkan bagi penumpang dan awak kapal. Tiga sopir ekspedisi yang berada di dalam kapal harus melompat ke laut untuk menyelamatkan diri dari kobaran api yang membesar.

Kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Makassar pada pukul 02.00 WIB. Salah satu perwakilan perusahaan ekspedisi asal Makassar, Dedi Mardiansyah, menjelaskan bahwa ketiga sopir yang merupakan armada logistiknya berada di dalam kapal saat kejadian. Mereka membawa dua kendaraan paket berisi logistik dalam jumlah besar.

Baca juga:

Situasi Saat Kebakaran

Dedi menjelaskan bahwa kabar kebakaran diterima sekitar pukul 07.00 WIB di bandara, namun kepastian keselamatan ketiga sopir baru didapat pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB. Semua sopir dinyatakan selamat setelah melakukan evakuasi dengan melompat ke kapal penyelamat yang berada cukup jauh dari kapal utama.

Cuaca buruk dan gelombang tinggi menjadi faktor yang membuat kapal evakuasi tidak dapat merapat ke KM Mutiara Sentosa 2. Oleh karena itu, para sopir dan penumpang lain harus melompat ke laut sambil mengenakan pelampung yang sudah disiapkan sebagai alat keselamatan.

Proses Evakuasi

Menurut Dedi, semua sopir telah mengikuti prosedur keselamatan dengan mengenakan pelampung sebelum melompat. Kapal evakuasi yang berada di jarak jauh tidak memungkinkan untuk merapat karena kondisi ombak dan cuaca, sehingga penyelamatan dilakukan melalui loncatan ke kapal tersebut.

Baca juga:

Peristiwa ini menegaskan pentingnya kesiapan alat keselamatan dan prosedur evakuasi dalam menghadapi insiden di laut, terutama bagi armada logistik yang sering melakukan pengiriman barang melalui jalur laut.

Konsekuensi dan Tindak Lanjut

Kebakaran kapal penumpang seperti KM Mutiara Sentosa 2 tidak hanya mengancam jiwa, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian besar terutama pada barang logistik yang diangkut. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang untuk memastikan faktor yang memicu insiden tersebut dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Pihak ekspedisi dari Makassar kini fokus pada keselamatan para sopir dan koordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti dampak kebakaran, termasuk penggantian barang yang hilang dan evaluasi prosedur operasional kapal.

Baca juga:

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan yang ketat di sektor transportasi laut guna melindungi penumpang dan kru kapal serta menjaga kelancaran distribusi logistik nasional.