Media Kampung, Papua – Jenazah Aris Sanda, sopir travel yang menjadi korban penembakan dan pembakaran oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua Pegunungan, telah tiba di rumah duka di Wamena dan akan dipulangkan ke kampung halamannya di Toraja, Sulawesi Selatan, untuk dimakamkan.
Letjen TNI Lucky Avianto, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, menyampaikan bahwa proses pemulangan jenazah beserta istri korban, Sinta Bilolo, dilaksanakan pada Jumat, 18 September 2026. Aris Sanda dikenal sebagai sosok yang telah mengabdi selama 13 tahun sebagai sopir travel di wilayah Nduga, Papua, yang melayani masyarakat dengan mengangkut hasil tani, kebutuhan pokok, serta membantu mobilisasi warga termasuk anak sekolah dan pasien yang memerlukan pengobatan ke kota.
Evakuasi istri korban dilakukan melalui jalur udara dari Distrik Mbua menuju Wamena menggunakan helikopter dan pesawat Caravan, mengingat kondisi akses darat yang belum memungkinkan. Bantuan evakuasi ini diperintahkan oleh Brigjen TNI Riyanto, Pangkoops TNI Habema, sebagai bentuk perhatian kemanusiaan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan keluarga korban selama perjalanan.
Kasus penembakan Aris Sanda yang terjadi pada Selasa, 15 September 2026, di sekitar pertigaan Danau Habema, Gunung Boy, Distrik Trikora, Kabupaten Jayawijaya, menjadi perhatian berbagai pihak. Kelompok TPNPB-OPM mengklaim bertanggung jawab dan menuduh korban sebagai agen intelijen, namun polisi memastikan Aris adalah warga sipil yang menjalankan profesi sopir selama bertahun-tahun tanpa keterlibatan intelijen.
Satgas Operasi Damai Cartenz menemukan bukti berupa selongsong peluru laras panjang kaliber 5,56 milimeter di lokasi kejadian dan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik pembunuhan ini. Polisi juga mendalami dugaan keterlibatan kelompok Kodap III Ndugama yang beroperasi di sekitar lokasi kejadian.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menegaskan bahwa keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas utama dan mengutuk segala bentuk kekerasan di luar proses hukum. Ia meminta aparat untuk melakukan investigasi menyeluruh dan memastikan pelaku diproses secara hukum, serta memperkuat upaya pencegahan dan perlindungan masyarakat di jalur transportasi rawan agar aktivitas sosial dan ekonomi tetap berjalan tanpa hambatan.
Kematian Aris Sanda menjadi pukulan bagi masyarakat Nduga karena peran pentingnya sebagai penghubung dan pelayan kebutuhan logistik warga. Peristiwa ini juga menggambarkan tantangan keamanan yang dihadapi warga sipil di wilayah konflik Papua dan pentingnya kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan perlindungan bagi masyarakat.












Tinggalkan Balasan