Media Kampung, Sumenep – Sebanyak 236 penumpang KM Mutiara Sentosa 2 berhasil dievakuasi setelah kapal tersebut mengalami kebakaran di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, pada Minggu (28/02/2026). Dari jumlah penumpang tersebut, 5 orang dilaporkan meninggal dunia.
Kapal KM Mutiara Sentosa 2 terbakar pada Minggu malam di sekitar perairan Sumenep, memicu evakuasi besar-besaran dengan melibatkan 10 kapal bantuan untuk menyelamatkan para penumpang. Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menyampaikan bahwa data terakhir hingga pukul 21.00 WIB menunjukkan 231 penumpang selamat dan 5 meninggal dunia dari total 236 penumpang yang ada di kapal.
Proses Evakuasi dan Distribusi Penumpang
Evakuasi penumpang KM Mutiara Sentosa 2 dilakukan menggunakan beberapa kapal bantuan dengan rincian sebagai berikut:
- Meratus Pematang Siantar: 111 penumpang selamat, 2 meninggal. Kapal ini menuju Surabaya.
- TB Hasnur 26: 65 penumpang selamat, 1 meninggal.
- Transco Arafura: 17 penumpang selamat, dipindahkan ke KM Ferindo 1 untuk dibawa ke Pelabuhan Lembar, Lombok.
- Meratus Project 3: 13 penumpang selamat, 1 meninggal.
- Prakarsa Mas: 6 penumpang selamat, dipindahkan ke Kapal Selaras Mas.
- SC Aila XVII: 9 penumpang selamat, dipindahkan ke KN SAR Permadi dan dibawa menuju Kalianget, Sumenep.
- Alcon Daniel: 1 penumpang meninggal dunia.
- Selaras Mas: 13 penumpang selamat, menuju Surabaya.
- British Mentor: 2 penumpang selamat.
- Nelayan Ambunten: 1 penumpang selamat.
Konteks dan Dampak
Kebakaran kapal di perairan Sumenep ini merupakan insiden serius yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian materiil. Proses evakuasi yang cepat dan terorganisir berhasil menyelamatkan sebagian besar penumpang. Namun, tragedi ini menyoroti pentingnya peningkatan keselamatan transportasi laut di wilayah tersebut.
Korban meninggal dunia berjumlah lima orang, dengan rincian dari beberapa kapal bantuan. Pemerintah dan pihak SAR terus memantau situasi dan memberikan bantuan kepada korban yang selamat serta keluarga korban meninggal.
Peristiwa ini menjadi perhatian nasional karena melibatkan evakuasi besar-besaran dan penanganan cepat di tengah kondisi darurat di laut. Keselamatan penumpang dan kesiapsiagaan sarana evakuasi menjadi prioritas utama dalam mengurangi risiko di masa mendatang.















Tinggalkan Balasan