Media Kampung, Banyuwangi – Keselamatan pelayaran menjadi fokus utama KSOP Tanjungwangi menyusul terjadinya beberapa insiden kebakaran kapal penumpang pada bulan Agustus 2026. KSOP Tanjungwangi mengimbau seluruh operator pelayaran di lintas Jawa-Bali untuk mengutamakan aspek keselamatan dalam operasional kapal mereka.
Insiden kebakaran kapal terjadi pada KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kepulauan Sapudi, Kabupaten Sumenep, pada 2 Agustus 2026, dan KMP Putri Yasmin di lintas Padangbai-Lembar pada 12 Agustus 2026. Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi seluruh pelaku pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.
Imbauan Keselamatan dari KSOP Tanjungwangi
Kepala KSOP Tanjungwangi, Purgana, menyampaikan pentingnya penerapan protokol keselamatan yang ketat oleh seluruh pihak terkait, termasuk nakhoda, anak buah kapal, dan operator pemilik kapal. Beberapa poin utama yang ditekankan adalah:
- Pelaporan muatan (cargo declaration) yang akurat, terutama untuk kendaraan seperti mobil, truk, dan sepeda motor yang akan dibawa naik kapal, guna memastikan tidak ada barang berbahaya.
- Pemeriksaan menyeluruh kondisi kamar mesin kapal, khususnya instalasi listrik, selang bahan bakar, dan saringan.
- Pengawasan ketat terhadap kebersihan kamar mesin agar tidak ada oli atau solar yang tumpah yang berpotensi memicu kebakaran.
- Pemantauan suhu mesin secara rutin oleh anak buah kapal.
- Pelarangan merokok dan penggunaan kompor tanpa pengawasan di area kapal yang berisiko.
Peningkatan Kesiapan dan Inspeksi
Selain itu, KSOP juga menegaskan pentingnya pemeriksaan dan pengecekan ulang alat keselamatan kebakaran seperti alat pemadam api ringan (APAR), pompa kebakaran, hydrant, alarm kebakaran, detektor asap, sekoci, dan jalur evakuasi darurat (emergency exit). Prosedur penguatan ronda api dan latihan penanggulangan kebakaran secara berkala juga diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan kru kapal dalam menghadapi situasi darurat.
Penerapan Standar dan Pengawasan
KSOP Tanjungwangi mengajak semua operator kapal untuk mematuhi Standard Marine Communication Phrases guna menjamin komunikasi efektif selama operasional pelayaran. Pihak KSOP juga akan melakukan inspeksi mendadak untuk memastikan kepatuhan terhadap protokol keselamatan yang telah ditetapkan.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap insiden kebakaran kapal yang berpotensi membahayakan keselamatan penumpang dan kru serta merusak fasilitas pelayaran di wilayah Indonesia, khususnya lintas pelayaran Jawa-Bali.
Dengan upaya pengawasan dan imbauan yang terus ditingkatkan, KSOP Tanjungwangi berharap dapat meminimalisir risiko kecelakaan di laut dan menjamin keselamatan setiap perjalanan pelayaran di wilayah kerjanya.















Tinggalkan Balasan